Kematian Siswa SD di NTT, Komisi X DPR Karmila Sari Dorong Penguatan Perlindungan Peserta Didik

Mawardi Tombang
Jumat, 6 Februari 2026 06:30:17

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Meninggalnya seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan nasional.

Hal itu ditegaskan oleh Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM. Ia menyebut peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai kasus tunggal, melainkan sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kebijakan pendidikan.

“Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan, masih ada anak yang menghadapi tekanan hingga kehilangan nyawa,” ujar Karmila dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Karmila menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya YBR, siswa SD yang ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri, yang diduga dipicu oleh persoalan ekonomi keluarga. Menurutnya, fakta bahwa kebutuhan dasar sekolah seperti buku tulis dan pulpen masih menjadi beban berat bagi sebagian keluarga menunjukkan adanya celah serius dalam sistem perlindungan peserta didik.

Baca: Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik

Ia menekankan bahwa tragedi tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama terkait masa depan pendidikan nasional. Setidaknya, ada beberapa catatan penting yang perlu mendapat perhatian serius.

Pertama, pemerintah dan satuan pendidikan harus memastikan setiap program bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran. Pendataan siswa dari keluarga rentan, kata Karmila, tidak boleh bersifat administratif semata, melainkan harus berbasis kondisi riil di lapangan.

"Negara tidak boleh abai. Anak didik yang benar-benar membutuhkan harus mendapat perhatian dan dukungan penuh. Jangan sampai ada lagi anak yang merasa sendirian menghadapi persoalan ekonomi," tegasnya.

Kedua, selain bantuan pendidikan, Karmila menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter dan kesehatan mental di sekolah. Ia mendorong agar sekolah menjadi ruang yang aman, terbuka, dan inklusif, sehingga siswa berani menyampaikan persoalan yang mereka hadapi tanpa rasa takut atau tekanan.

Baca: Witama School Hadirkan Mahasiswa S3 dari AS sebagai Guru Tamu, Perkuat Wawasan Siswa

Ketiga, pendekatan psikososial harus menjadi bagian integral dari ekosistem pendidikan. Menurutnya, sekolah perlu membangun sistem komunikasi yang mendorong kepercayaan diri, sikap asertif, serta penghargaan terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Dalam konteks kebijakan nasional, Karmila mengingatkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan berbagai program bantuan pendidikan, salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP). Program tersebut memberikan bantuan sebesar Rp450.000 untuk siswa SD, Rp750.000 untuk siswa SMP, serta Rp1.800.000 untuk siswa SMA/SMK guna memenuhi kebutuhan dasar sekolah.

Pada 2024, PIP telah menjangkau 18,8 juta siswa, meningkat menjadi 19 juta siswa pada 2025, dan dialokasikan bagi 17,9 juta siswa pada 2026. Namun demikian, Karmila menegaskan bahwa besarnya jumlah penerima harus diimbangi dengan ketepatan sasaran serta pendampingan yang berkelanjutan.

"Tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi dan perbaikan bersama. Pendidikan bukan sekadar soal angka dan program, tetapi tentang memastikan setiap anak merasa aman, dihargai, dan memiliki harapan," pungkasnya.

Terkait
Pasca Kejadian Pembacokan, FORMA KIP-K Ajak Mahasiswa Jaga Nama Baik UIN Suska Riau
Pasca Kejadian Pembacokan, FORMA KIP-K Ajak Mahasiswa Jaga Nama Baik UIN Suska Riau
Kilang Pertamina Dumai Gelar Workshop Proses Safety Eng
Kolaborasi DPR RI dan Pemkab Rohil, Sekolah Garuda Dius
Perjuangkan Pembangunan Daerah, Karmila Sari Bawa Pemka
Lainnya
Harga TBS Kelapa Sawit Riau Mengalami Kenaikan Untuk Periode 14 - 20 April 2021
Harga TBS Kelapa Sawit Riau Mengalami Kenaikan Untuk Periode 14 - 20 April 2021
Penjelasan Mabes Polri Soal Penundaan Pemeriksaan Ketua
Ini Nasihat Golkar untuk PKB yang Minta Jatah 10 Menter
Positif Hamil, Siswi SMP di Kampar Dikeluarkan dari Sek
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Entertainment
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ekonomi
Rapat dengan Menteri Ekraf, Hendry Munief Soroti Dampak Nyata 76 MoU  Bagi Pelaku Kreatif
Rapat dengan Menteri Ekraf, Hendry Munief Soroti Dampak Nyata 76 MoU  Bagi Pelaku Kreatif
Adam Syafaat Desak PKS di Riau Naikkan Harga Sawit, Teg
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat