Kreatif, SMKN 1 Bangkinang Ciptakan Cuci Tangan Tanpa Harus Disentuh, Dapat Dipesan Mulai Sekarang
KANALSUMATERA.com - Bangkinang - Sebagai sekolah yang bergelut di berbagai bidang teknologi dan industri, tentu SMKN 1 Bangkinang ini tidak habis ide dalam membuat sebuah alat produksi. Salah satu untuk mengembangkan skillnya pada rakitan alat produksi kesehatan yang dibutuhkan saat pencegahan penyebaran Covid-19 saat ini.
Para siswa di SMKN 1 Bangkinang telah berhasil menciptakan cuci tangan tanpa harus menyentuh tap atau keran air, hanya menginjakkan kaki pada pedal tangki air pencucian. Lalu secara otomatis air akan keluar dari keran tangki.
Pedal kaki terdiri dari dua macam, masing-masing pedal bersisian sebelah kiri dan kanan, untuk sebelah kanan yang berisi sabun atau Handshop. Dan sebelah kiri untuk membilas air pada proses pencuci tangan.
"Dengan sekolah teknologi atau SMK ini kan mempunyai alat-alat teknologi, skill di bidang mesin, teknik dan sebagainya. Nah, satu diantara-nya kami buat alat mencuci tangan tanpa harus di sentuh (untuk menyentuh keran), tapi memakai kaki. Dan siswa-siswa yang berperan disitu adalah jurusan teknik permesinan, dan jurusan Audio Video atau Elektronika, semua itu dilengkapi berbagai alat-alat mesin yang integral dan lengkap." jelas Djunadi M.Pd selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Bangkinang.
Baca: Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Kemudian bedanya Alat Cuci Tangan yang dibuat SMK ini portable, bisa kita letakkan dimana saja. Tidak seperti Pencuci tangan yang harus tersambung dengan keran air yang jauh. Air pencuci tangan ini langsung di tampung oleh kantong atau wadah yang sudah ada. Jadi bisa diletakkan pada tempat yang kita inginkan.
Ternyata alat kesehatan ini juga banyak yang berminat, Djunaidi menyampaikan ada beberapa sekolah yang membeli dan meminjam pada saat acara. Dan beberapa masyarakat yang meminjam saat mengadakan kegiatan, event dan sebagainya.
"Ada beberapa sekolah serta masyarakat yang meminjam, ada juga kemarin sekolah yang membeli. Kita jual dengan harga 980.000 rupiah. Nanti harganya bisa kita sesuaikan dengan sekolah atau organisasi yang ingin mendapatkan alat tersebut. Dengan harganya bisa kita sesuaikan dengan anggaran organisasi yang membutuhkan." terang Djunaidi. mal
