Aksi Murid Tantang Guru Berkelahi, Apa Kabar Revolusi Mental?

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Februari 2019 20:34:23
Pelajar yang pegangi kerah baju gurunya

KANALSUMATERA.com - Sebuah video viral di media sosial, dalam video itu terlihat seorang murid berseragam pramuka dengan congkak menantang gurunya berkelahi. Diduga, aksi tak terpuji itu terjadi di sebuah SMP swasta di Gresik, Jawa Timur.

Aksi kekerasan itu sempat diabadikan melalui video singkat salah seorang murid lainnya hingga akhirnya menjadi viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak seorang guru pria yang mendekati muridnya yang duduk di meja. Sang murid laki-laki mengenakan topi pun mendorong sang guru dan memegang leher gurunya. Bahkan ia juga mengepalkan tangan ke depan wajah sang guru.

Sang guru tak bergeming. Ia tak melawan maupun mengatakan apapun. Sang murid pun duduk di atas meja sembari menghisap sebatang rokok.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam keras aksi kekerasan terhadap guru yang dilakukan sang murid itu. Menurut KPAI, penyebab terjadinya persekusi murid kepada sang guru bisa disebabkan latar belakang murid atau kesalahan sang guru itu sendiri.

Baca: Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026

Pola Asuh yang Salah

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, pihaknya telah mendapatkan banyak laporan mengenai aksi seorang murid laki-laki yang menantang sang guru berkelahi. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, ia menilai ada dua faktor penyebab yang bisa menimbulkan insiden persekusi terhadap guru.

"Kemungkinan ada dua faktor yang menyebabkan kejadian murid melakukan kekerasan terhadap guru, yaitu faktor pertama disebabkan karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun sekolah,” kata Retno melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Minggu (10/2/2019).

Retno menjelaskan, sikap anak yang membangkang dan kasar berkaitan erat dengan pola asuh orang tua di rumah yang salah. Selain itu, kecanduan game online bermuatan unsur kekerasan juga bisa menjadi salah satu penyebab.

Banyaknya masukan konten kekerasan pada usia dini berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Anak cenderung tumbuh menjadi anak yang kasar dan temperamental.

Baca: Disdukcapil Bengkalis Jemput Bola Rekam KTP-el di Sekolah dalam Program 'Go To School"

“Tetapi tentu saja dibutuhkan assessment psikologis terhadap ananda untuk mencari faktor penyebab ybs berperilaku agresif seperti dalam video tersebut,” ungkap Retno.

Gagal Menguasai Kelas

Tak hanya faktor murid yang berperan dalam kasus ini, faktor guru yang tak mampu menguasai suasana kelas juga bisa berdampak pada terjadinya aksi kekerasan murid terhadap guru.

Menurut Retno, bisa saja sang guru memiliki kompetensi paedagogik yang rendah terutama dalam penguasaan di kelas serta dalam menciptakan suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan.

Ketidakmampuan guru dalam kompetensi paedagogik ini bisa memicu suasana belajar yang tidak kondusif. Akhirnya, sang murid asyik sendiri dan tak acuh dengan materi yang disampaikan sang guru.

Baca: LKP MentariMU Pekanbaru Diresmikan, Buka Program Kejar Paket A, B, dan C Secara Gratis.

“Faktor kedua bisa saja berasal dari gurunya, seperti rendahnya kompetensi paedagogik guru,” ungkap Retno.

Seorang guru dituntut memiliki manajemen penguasaan kelas yang baik, seperti bagaimana cara guru mengatasi kelas dengan beragam karakter siswa. Kemampuan paedagogik harus terus dilatih dan hal ini merupakan tanggungjawab Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kso

Terkait
Bimtek Digital Marketing Wonderful Indonesia di Meranti Sukses, Peserta Siap Tancap Gas di Medsos
Bimtek Digital Marketing Wonderful Indonesia di Meranti Sukses, Peserta Siap Tancap Gas di Medsos
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Ma
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Kematian Siswa SD di NTT, Komisi X DPR Karmila Sari Dor
Lainnya
Layanan MPP Pekanbaru di Puji Kajati Riau
Layanan MPP Pekanbaru di Puji Kajati Riau
Pembukaan MTQ Kecamatan Marpoyan Damai, PJ Wako Muflihu
Mahfud Md Janji Pemerintah Tak akan Tangkap Mereka yang
Komisi Hukum DPR Ingin Tahu Mekanisme Pemilihan Calon K
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembunyikan di Botol Air Mineral
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Ketua BKSAP DPR RI Sampaikan Pesan Dukungan Perdamaian
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Nasional
Hendry Munief Paparkan Urgensi Regulasi Khusus untuk Daerah Kepulauan Indonesia
Hendry Munief Paparkan Urgensi Regulasi Khusus untuk Daerah Kepulauan Indonesia
Utang Rp2,8 Triliun, Aset Perusahaan Udang Kaesang Tak
Syahrul Aidi Maazat Kecam Penghadangan UAS di Kutai Bar
Hukum
225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengkalis Minta Penjelasan Hukum
225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengkalis Minta Penjelasan Hukum
Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaa
KKP Pastikan Investasi di KITB Tetap Berjalan, Penyegel
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt