Dinilai Cederai Demokrasi, Mahasiswa FEIS UIN Suska Tuntut Ketua SEMA Mundur dan KPUM Dibubarkan
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UIN Suska Riau menuntut Ketua SEMA FEIS untuk mundur jabatannya sebagai ketua SEMA. Tuntutan ini dilayangkan karena yang bersangkutan dianggap mengintervensi Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FEIS UIN Suska Riau.
Tuntutan itu disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Fekonsos UIN Suska Riau. Ketua Aliansi Andre Gunawan mengatakan bahwa mereka menuntut KPUM dibubarkan dan juga Ketua Sema FEIS mundur dari jabatannya. Aksi ini katanya sebagai bentuk cinta aliansi terhadap demokrasi di FEIS (Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial).
"Karena diduga Ketua SEMA yang bernama Irwan dari Jurusan Manajemen S1 mengintervensi KPUM. Dan Ketua KPUM yang bernama Faisal Rachman dari Jurusan D3 Manajemen Perusahaan mengintervensi anggotanya untuk melakukan perintahnya tanpa adanya musyawarah dan menolak segala masukan yang diberikan. Dengan ini kami menuntut agar pimpinan untuk mengambil sikap secara tegas, adil, dan bijaksana untuk mencopot Irwan dari jabatannya sebagai Ketua SEMA dan membubarkan KPUM atas kebijakan yang menyebabkan kegaduhan dimana-mana." ujar Andre Gunawan selaku Korlap aksi dalam aksinya, Rabu (2/6/2021).
Sementara itu wakil SEMA FEIS , Jefri Setiawan mengiyakan atas informasi yang beredar. Dia mengatakan dengan sejujur-jujurnya bahwasannya memang di dalam internal SEMA sendiri kurangnya demokrasi sehingga dalam setiap pengambilan keputusan dilakukan secara sepihak oleh ketua sema. Padahal SEMA merupakan perwakilan dari setiap jurusan yang semestinya setiap keputusan dimusyawarahkan secara bersama-sama.
"Terlebih lagi dengan adanya tersebarnya chat Irwan (Ketua SEMA) yang mengintervensi KPUM. Tentunya membuat publik sangat kecewa.
Namun tentunya saya akan selalu mendukung Ketua sema selama yang dilakukan itu benar dan tidak melanggar aturan." Jefri Setiawan selaku Wakil Ketua SEMA FEIS. ***
