Dosen dan Mahasiswa Teknik Mesin UIR Sosialisasikan Pengembangan dan Manajemen Pakan Ikan Alternatif
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Budidaya perikanan bukan hal baru di Indonesia. Ikan lele yang kita temui di pasar maupun di warung-warung makan pinggir jalan sebagian besar merupakan hasil budidaya perikanan yang dihasilkan oleh para petani yang berada disekitar lokasi tersebut. Namun sayangnya kapasitas produksi yang dihasilkan masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Salah satu permasalahannya dan sangat meresahkan para petani lele adalah biaya produksi yang masih relatif besar, khususnya biaya pakan yang setiap terus mengalami peningkatan.
Melihat kondisi tersebut beberapa orang dosen dan mahasiswa dari Prodi Teknik Mesin UIR melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap Kelompok Usaha Budidaya Ikan Berkah untuk membantu memberi solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Tim ini diketuai oleh Bapak Jhonni Rahman, Ph.D. yang beranggotakan beberapa orang dosen mahasiswa melakukan kunjungan dan diskusi langsung dengan ketua kelompok Bapak Taufik Hidayat pada bulan awal tahun 2023.
Diskusi tersebut terus berjalan hingga bulan Juli 2023 yang pada saat itu Bapak Jhonni Rahman, Ph.D. mendapatkan dana hibah bantuan dari Kemenristekdikti tahun 2023 skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat untuk merealisasikan ide dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh petani.
“Dengan dilakukannya pengabdian ini diharapkan Kelompok Budidaya Ikan Berkah ini dapat secara mandiri mengembangkan pakan ikan lele secara berkelanjutan sehingga diharapkan dapat menekan biaya operasional untuk pembelian pakan budidaya ikan lele,” kata ketua pelaksana, Bapak Jhonni Rahman, Ph.D.
Baca: Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Agenda awal yang dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada para petani tentang pentingnya melakukan pengembangan pakan alternatif demi keberlangsungan usaha dengan melakukan kegiatan sosialisasi langsung dengan para petani.
Salah seorang tim kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Bapak Dr. Jarod Setiadi, seorang pakar perikanan menjelaskan pakan ikan mengapung memiliki keutungan dimana pakan akan tetap berada diatas permukaan air sampai habis dimakan oleh ikan. Jika pelet terapung ini dilengkapi dengan kandungan nutrisi yang lengkap sesuai dengan kebutuhan perkembangan ikan lele, maka akan dapat mengoptimalkan pertumbuhan ikan.
“Di tempat yang pernah saya kunjungi, saya melihat ikan rucah dan dedak sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan. Kenapa kita tidak mencoba memulainya dari bahan ini mengingat ikan rucah mengandung protein tinggi yang dibutuhkan oleh ikan lele” tuturnya.
Bapak Jhonni Rahman, Ph.D menambahkan, yang terpenting dalam pembuatan pakan ini adalah pemilihan alat/mesin yang tepat. Karena ini akan memudahkan para petani dalam membuat pakan alternatif dengan kualitas yang optimal. Sehingga pemilihan teknologi yang tepat sasaran menjadi suatu keharusan untuk mengembangkan usaha ketingkat yang lebih tinggi.
Baca: Pasca Kejadian Pembacokan, FORMA KIP-K Ajak Mahasiswa Jaga Nama Baik UIN Suska Riau
Pada kegiatan ini Seluruh peserta sangat antusias terlihat dengan aktifnya para peserta dalam sesi diskusi mengenai permasalahan yang sering dihadapi oleh petani ikan.
Bapak Jhonni Rahman, Ph.D juga menjelaskan bahwa kegiatan kolaborasi antar akademisi dengan praktisi pelaku budidaya ikan merupakan suatu kerjasama yang sangat menguntungkan dan memberi dampak positif bagi kedua belah pihak. Para pelaku budidaya ikan mendapatkan pencerahan dan best practice pengembangan pakan ikan serta manajemen pengelolaan yang baik untuk kelanjutan dalam usaha mereka.
Begitu juga halnya para akademisi juga mendapat banyak informasi terkait implementasi teori yang diajarkan dikampus terhadap aktualisasi dilapangan. Sehingga hal ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait teori-teori yang diajarkan. Selain itu dengan adanya kolaborasi ini memberi peluang lahirnya topik penelitian yang tepat sasaran dan langsung dapat digunakan oleh masyarakat.
“Kami, dari Prodi Teknik Mesin UIR akan senantiasa terus menjaga kolaborasi dan kerjasama yang sangat bermanfaat ini dengan para pelaku budidaya ikan. Karena kami yakin bahwa teknik mesin merupakan ilmu yang dapat diimplementasikan diberbagai sektor usaha masyarakat.” tutur Ketua Program Studi Teknik Mesin UIR. ***
