Mendikbud Akui Lebarnya Ketimpangan Pendidikan di Indonesia

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Februari 2019 20:17:54
Muhadjir Effendy

KANALSUMATERA.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui Indonesia masih menghadapi ketimpangan dalam bidang pendidikan. Hal itu disampaikan Mendikbud saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (10/2).

Muhadjir seperti yang diberitakan Republika menyebutkan, ada berbagai faktor yang menyebabkan ketimpangan pendidikan masih sedemikian lebar. Luas wilayah Indonesia yang demikian luas dan terpisah-pisah dalam bentuk negara kepulauan, menyebabkan ketimpangan masih sulit diatasi.

"Harus kita akui, disparitas pendidikan di Indonesia memang masih sangat luas," jelasnya.

Misalnya, dalam hal revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah berlangsung di negara-negara maju. Mendikbud menyebutkan, di Indonesia mungkin baru beberapa daerah yang sudah mulai terintervensi ciri revolusi industri industri 4.0. Antara lain, dalam hal penggunaan saluran internet.

"Namun untuk wilayah-wilayah lain seperti sebagian Papua, Maluku, NTT, dan beberapa wilayah di Kalimantan, jangankan mengenal teknologi 4.0. Untuk yang lebih rendah pun, mungkin belum semua paham," jelasnya.

Baca: Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Baru UMRI

Untuk itu, Mendikbud mengaku, bila kalau penduduk di Pulau Jawa makin cepat mengadopsi teknologi 4.0, maka ketimpangan penguasaan iptek ini akan semakin besar. Menurutnya, ada berbagai faktor yang menyebabkan masalah ketimpangan pendidikan ini masih menjadi persoalan yang berat untuk diatasi. Antara lain, masalah cakupan layanan teknologi informasi yang belum merata hingga wilayah-wilayah perbatasan.

Sementara untuk membangun infrastruktur agar layanan teknologi informasi ini bisa merata di seluruh wilayah Indonesia, dibutuhkan investasi yang sangat besar. "Dari data perhitungan yang saya peroleh, dibutuhkan investasi sekitar Rp 40 triliun agar seluruh wilayah NKRI ter-cover jaringan internet," katanya.

Demikian juga dalam hal layanan transportasi, Mendikbud menyebutkan, terbatasnya sarana infrastruktur antar pulau dan juga jaringan jalan di wilayah terluar, menyebabkan pengembangan infrastruktur lainnya juga menjadi terhambat. "Sulitnya transportasi ini, antara lain menyebabkan biaya untuk membangun sekolah di daerah pelosok menjadi jauh lebih mahal dibanding di perkotaan,'' katanya.

Misalnya, untuk membangun sekolah di Jawa paling hanya dibutuhkan biaya Rp 2 miliar, maka untuk membangun sekolah di Papua membutuhkan biaya hingga Rp 6 miliar. Kondisi seperti ini, menurut Mendikbud, tidak mungkin diatasi hanya dalam satu atau dua tahun, melainkan, hingga beberapa waktu ke depan.

"Hal ini tentunya juga menjadi generasi muda atau mahasiswa yang ada saat ini, untuk mengatasi masalah disparitas pendidikan tersebut," katanya.

Baca: BKPRMI Riau Apresiasi Pemko Pekanbaru Perkuat Pendidikan Agama

Dalam kuliah umum tersebut, Mendukbud juga mengaku kagum dengan perkembangan UMP yang dinilai maju pesat. ''Beberapa tahun lalu saat saya datang ke kampus ini, masih belum seperti sekarang. Saya benar-benar terkesan dengan kemajuan UMP yang saat ini memiliki 13 ribu mahasiswa dengan tiga komplek kampus besar," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud juga meminta agar UMP terus mengembangkan kegiatan ilmiah mengingat kegiatan ilmiah merupakan ruh dari perguruan tinggi. ''Perguruan tinggi besar tanpa kegiatan ilmiah, hanya akan menjadi perguruan tinggi besar tanpa ruh. Untuk itu, UMP harus terus mengembangkan kegiatan ilmiah agar bisa menjadi tradisi,'' jelasnya.

Rektor UMP Dr Syamsuhadi Irsyad, dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kesediaan Mendikbud menyampaikan kuliah umum di UMP. ''Sedikit banyak saya sedikit tahu, Bapak Muhadjir ini yang telah mempelopori Universitas Muhammadiyah Malang yang menjadi besar seperti sekarang ini,'' katanya. Kso



Terkait
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah Aman, Nyaman dan Penuh Kasih
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah Aman, Nyaman dan Penuh Kasih
Witama School Hadirkan Mahasiswa S3 dari AS sebagai Gur
Pasca Kejadian Pembacokan, FORMA KIP-K Ajak Mahasiswa J
SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru MoU dengan Univers
Lainnya
Jelang STQ Kepri, Sekko Batam: Bukan Saja Prestasi Dikejar, Terpenting Jangan Curang Nilai Peserta
Jelang STQ Kepri, Sekko Batam: Bukan Saja Prestasi Dikejar, Terpenting Jangan Curang Nilai Peserta
Dua Remaja Kepri Dipanggil Timnas Pelajar U-18
Tim Gabungan Kembali Razia Toko Handphone di Batam, Ama
Dugaan Korupsi PLTU Riau-1, Ada Nama Rini Sumarno di BA
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung