Momen Hari Pahlawan, Semangat Tangguh Kepahlawanan Dalam Mengusir Penjajahan di Era Digital

Mawardi Tombang
Rabu, 10 November 2021 09:32:31
Nisya Frasetia

KANALSUMATERA.com - Cinta tanah air, rela berkorban, dan berani merupakan nilai-nilai kepahlawanan yang harus dimiliki oleh setiap pemuda Indonesia. Keinginan melaksanakan niai–nilai kepahlawanan harus di mulai dari lingkup terkecil, dari keluarga dan masyarakat .

Nilai-nilai itulah yang diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah isu Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). Nilai kepahlawanan itu berupa kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara. Nilai- nilai itu relevan pada masa kini untuk menjaga persatuan, khususnya bagi generasi muda. Selain cinta tanah air, sikap rela berkorban dan keberanian merupakan urutan berikutnya dari nilai-nilai kepahlawanan yang ingin dimiliki responden.

Cinta tanah air berarti cinta pada negeri tempat memperoleh penghidupan. Seseorang yang cinta tanah air senantiasa berusaha agar negerinya tetap aman, damai, dan sejahtera.

Sesuai dengan judul yang sudah saya angkat, menerapkan semangat tangguh kepahlawanan dalam mengusir penjajahan penjajahan di era digital merupakan masalah yang harus diperhatikan. Ini banyak menyebabkan kerusakan pola pikir generasi generasi bangsa. Di lihat dari sudut pandangnya generasi bangsa banyak menyalahgunakan digital menjadi objek yang tidak penting, sehingga menurunkan rasa cinta tanah air dan semangat pahlawan.

Baca: Ketua PGRI Kampar Dorong Penguatan Mutu Pendidikan di Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kampar

Banyak kasus yang dapat dilihat, di lingkungan sekolah para pemuda memprioritaskan HP dan teknologi digital untuk bermain dan membuka situs yang dapat merusak pemikiran. Dan juga karena digital ini, banyak para generasi yang tidak mau bersosialisasi dengan linkungan sekitarnya. Hal inilah menyebabkan generasi indonesia akan kelam dan vakum dari dunia pendidikan. Karena kurangnya antusias pelajar untuk mengembangkan bakatnya serta sosialnya terhadap lingkungan.

Nah pada zaman sekarang banyak para generasi muda yag berleha-leha untuk tidak cinta dengan tanah air indonesia. Seperti terlalu banyakya menggunakan teknologi untuk membuka situs–situs yang merusak pola pikir para generasi muda. Contohnya para generasi muda lebih suka menonton film yang tidak bermoral dan tidak ada faedahnya banyak yang menimbulkan film yang tidak wajib ditonton maupun dilihat oleh para generasi muda.

Seharusnya kita para generasi muda harus mengambil nilai-nilai positif dari perjuangan pahlawan kita yang rela berkorban demi mempertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia. Dan harus kita tiru perjuangan pahlawan kita yang berjasa dalam mempertahankan indonesia ini , serta kita para generasi muda harus menggunakan era digital untuk melihat hal hal yang mendapatkan keuntungan yang baik seperti untuk membuka situs seperti e-book untuk membaca perjuangan–perjuangan pahlawan kita pada masa zaman dahulu dan kita para generasi muda harus bisa mencontoh perjuangan yang dilakukan pahlawan kita yang berjasa demi mempertahankan negara yang kita cintai.

10 November menjadi saksi bisu betapa kerasnya perjuangan tentara, pemerintah, rakyat yang bersatu. Tidak ada yang dipikirkan selain merdekanya Republik Indonesia. Indonesia ada berkat dari pahlawan-pahlawan yang berjuang menumpahkan darah yang tidak peduli terhadap kehilangan nyawa. Mereka fikirkan hanya kemerdekaan Indonesia dan bagaimana Indonesia bisa bebas dari penjajahan, mereka bersatu berbeda-beda suku, ras, dan agama dengn tujuan yang satu.

Baca: Witama School Hadirkan Mahasiswa S3 dari AS sebagai Guru Tamu, Perkuat Wawasan Siswa

Peristiwa yang terjadi tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby saat terjadinya pertempuran di Surabaya, Jawa Timur memunculkan dendam terhadap rakyat Indonesia pada saat itu juga para pemuda pemudi Indonesia bersatu dengan berbagai suku, ras, dan agama mereka melawan musuh-musuh negara dan rakyat Indonesia maka untuk menghormatinya dan mengingat kembali sejarah sejarah pahlawan itu 10 November 1945 menjadi peringatan hari pahlawan.

Nah pada saat hari ini tepatnya pada tanggal 10 November 2021 hari pahlawan yang ke-76. Dan kita harus menghargai jasa jasa para pahlawan. Jadi disinilah peran kita sebagai para generasi muda dan pemuda–pemuda yang tangguh mari kita rangkul generasi-generasi bangsa kita untuk dapat memilah lebih detail mengenai digital yang semakin yang canggih.

Dan menjadikan digital sebagai ruang lingkup untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bisa bernilai di mata dunia serta kita harus pandai mengaplikasikan berbagai sumber media untuk melihat perjuangan pahlawan kita. Kita harus bisa menumbuhkan semangat dan cinta kita terhadap negara yang kita cintai ini, mulai dari hal yang kecil yakni kita harus membiasakan diri kita disiplin waktu, semangat menuntut ilmu dan terus belajar serta kita harus seperti perjuangan para pahlawan kita yang berjuang buat negara kita.

PEJUANGKU ADALAH PAHLAWANKU
NEGERIKU ADALAH TANAH AIRKU
BANGSAKU DAN TUMPAH DARAHKU
BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH’’

Baca: STIE Bangkinang Gelar Tes Masuk Camaba Gelombang I TA 2026/2027


Nama penulis : Nisya Frasetia
Prodi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Fakultas : Studi Islam ( Universitas Muhammadiyah Riau )
Dosen : Ilham Hudi, S.pd.,M.pd

Terkait
Hari Pertama Pelaksanaan TKA di SD 014 Batu Belah Kecamatan Kampar Berjalan Lancar
Hari Pertama Pelaksanaan TKA di SD 014 Batu Belah Kecamatan Kampar Berjalan Lancar
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru MoU dengan Univers
Siap-Siap.... Kemenag Alokasikan Rp 1,6 Triliun untuk K
Lainnya
Persiapan Kejuaraan Kota Tenis Meja  Piala Bergilir Walikota Pekanbaru Terus Dimatangkan
Persiapan Kejuaraan Kota Tenis Meja  Piala Bergilir Walikota Pekanbaru Terus Dimatangkan
Antar Listyo Sigit Fit and Proper Test, Idham Azis: Ini
Putra Terbaik Asal Kampar Riau Dipercaya Isi Kajian Rut
Jenazah Pendaki Gunung Ditemukan Terbungkus Tenda
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Hukum
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Nasional
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Ancam Gembok Dapur MBG Nasional, Mitra Ultimatum BGN Se
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Si
Olahraga
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Wabup Misharti Resmi Buka Camat Cup I Kampar Kiri, Diik
PSPS Pekanbaru Perkuat Lini Belakang, Datangkan Dua Kip