Ratusan Mahasiswa Indonesia Diduga jadi Pekerja Paksa di Taiwan

Alwira Fanzary
Rabu, 2 Januari 2019 16:55:44
Bendera Taiwan

Kanalsumatera.com - Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) menyatakan telah menerima laporan mengenai pengaduan mengenai skema kuliah magang yang dijalani sejumlah mahasiswa Indonesia di Taipei, Taiwan sejak 2017 dan telah berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei untuk mendapatkan klarifikasi.

Sebuah laporan yang dilansir media Taiwan mengatakan bahwa ratusan mahasiswa Indonesia dipaksa “bekerja paksa” oleh universitasnya melalui skema kerja-magang tersebut.

Baca: Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026

“Dari hasil pendalaman awal yang dilakukan oleh KDEI Taipei diketahui situasi yang dihadapi para mahasiswa peserta skema kuliah-magang di Taiwan berbeda-beda di delapan perguruan tinggi yang menerima mereka. Karena itu, KDEI Taipei akan melakukan pendalaman lebih lanjut guna mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh," demikian pernyataan dari Kemlu RI yang diterima media pada Rabu, 2 Januari, terkait laporan tersebut.

Pekan lalu, Taiwan News melansir sebuah laporan dari anggota parlemen Taiwan yang menyatakan bahwa enam universitas di Taiwan telah mengirimkan mahasiswa-mahasiswa asing yang masuk dengan kebijakan New Southbond Policy (NSP), termasuk dari Indonesia, untuk menjadi pekerja kasar di pabrik-pabrik. Para mahasiswa itu dipekerjakan dengan jam kerja yang panjang, bahkan lebih lama dibandingkan waktu kuliah mereka.

Berdasarkan keterangan anggota parlemen Taiwan, Ko Chih-en yang dikutip Taiwan News, terdapat sekira 300 mahasiswa Indonesia berusia di bawah 20 tahun yang belajar di kelas internasional di Universitas Hsing Wu terlibat dalam skema yang melibatkan broker atau perantara itu.

Mereka dipekerjakan di pabrik lensa kontak selama empat hari sepekan, 10 jam per hari dengan dua jam masa istirahat, dan meskipun sebagian besar dari mereka Muslim, mereka diberi menu makan yang berisi daging babi. Ko mengatakan, universitas bekerja sama dengan perantara untuk menjadikan mahasiswanya sebagai pekerja pabrik dan mendapatkan keuntungan dari praktik tersebut.

Baca: Bimtek Digital Marketing Wonderful Indonesia di Meranti Sukses, Peserta Siap Tancap Gas di Medsos

Menanggapi laporan tersebut, Kemlu RI melalui Kementerian Perdagangan, telah meminta kepada KDEI Taipei untuk mendalami lebih lanjut informasi mengenai situasi mahasiswa skema kuliah-magang yang digunakan di universitas-universitas di Taiwan. Ini dilakukan untuk memastikan otoritas setempat mengambil langkah-langkah konkret yang diperlukan dalam rangka melindungi kepentingan serta keselamatan mahasiswa peserta skema kuliah-magang.

KDEI juga diminta berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang hingga disepakatinya tata kelola yang lebih baik.

Berdasarkan data dari Kemlu RI, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, temasuk di antaranya sekira 1.000 mahasiswa dalam skema kuliah-magang di delapan universitas yang masuk ke Taiwan pada periode 2017-2018.

Diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan akan terus meningkat seiring dengan kebijakan NSP otoritas Taiwan yang memberikan lebih banyak beasiswa melalui berbagai skema kepada mahasiswa dari 18 negara Asia, termasuk Indonesia. Ozo/Ir

Terkait
Witama Cup ke-8 Resmi Digelar: Ajang Kreativitas Siswa Satukan Sport, Seni, dan Teknologi
Witama Cup ke-8 Resmi Digelar: Ajang Kreativitas Siswa Satukan Sport, Seni, dan Teknologi
STIE Bangkinang Gelar Tes Masuk Camaba Gelombang I TA 2
Kematian Siswa SD di NTT, Komisi X DPR Karmila Sari Dor
Kilang Pertamina Dumai Gelar Workshop Proses Safety Eng
Lainnya
Traffic Bun Cabang ke-45 Hadir di Pekanbaru, Tawarkan Konsep Kuliner New York Street
Traffic Bun Cabang ke-45 Hadir di Pekanbaru, Tawarkan Konsep Kuliner New York Street
Pemko Pekanbaru Pertimbangkan Penambahan Bus Vaksinasi
Ini Harapan Gubernur Edy Pada Hari Jadi Langkat
Jaringan 5G, Rudiantara: Tahun Ini Harus Masuk Indonesi
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
Menteri Agama RI Dijadwalkan Buka Syariah Impact Forum 2026 di Pekanbaru
Menteri Agama RI Dijadwalkan Buka Syariah Impact Forum 2026 di Pekanbaru
Menteri Agama RI Dijadwalkan Buka Syariah Impact Forum
Pelantikan APKASINDO Riau 2025–2030, Perkuat Daya Sai
Pendidikan
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi I
Pemkab Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Pembangunan Sekolah N
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt