SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru Gandeng Yamaha dan Suzuki Untuk Program Penyelarasan Kurikulum
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - SMK Muhammadiyah 3 (Muti) Terpadu Pekanbaru Riau menggelar kegiatan penyelarasan kurikulum dengan pihak dunia usaha. Ini sebagai langkah untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dengan kurikulum pendidikan anak didik.
Apalagi, selama ini, telah berkolaborasi baik dengan Dunia Industri Dunia Kerja (DUDIKA) maupun dgn lembaga pendidikan tinggi. Tentu SMK Muti berusaha untuk meningkatkan kualitas tamatan/lulusannya yang terampil dan berkarakter serta meningkatkan kualitas para gurunya.
Penyelarasan kurikulum dilaksanakan pada Sabtu (08/01/2022). Kali ini, penyelarasan kurikulum bersama PT. Sejahtera Buana Trada mobil Suzuki untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dan PT. Scorpi Yamaha untuk jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dr. Eng. Yusril, S.Pd, MT. Dan Pj. PDM Kota Pekanbaru, Ketua Dikdasmen PWM Riau Dr. Indra Hasan, ST, MT. Ketua Dikdasmen PDM Kota Pekanbaru Drs. H. Sutarmo, M.Ag, serta beberapa pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah Kota Pekanbaru.
Baca: Pasca Kejadian Pembacokan, FORMA KIP-K Ajak Mahasiswa Jaga Nama Baik UIN Suska Riau
Kepsek SMK Muti Pekanbaru, Drs saat dihubungi pada Senin (10/1/2022) pagi menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk menjadikan SMK Muti sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) tahun 2022 yang akan menghasilkan lulusan yang kompatibel di bidangnya dan siap bersaing dengan dunia kerja.
"Alhamdulillah, dalam rangka menindaklanjuti dari MoU SMK Muhammadiyah 3 terpadu Pekanbaru dengan beberapa Dunia Industri dan Dunia Kerja selama ini yang sudah terjalin dengan baik, kita menggelas program Penyelarasan Kurikulum bersama PT. Sejahtera Buana Trada Pekanbaru khusus dengan Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dan PT. Scorpi dengan Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) pada Sabtu (8/1/2022) yang lalu. Kegiatan berjalan dengan lancar. SMK MUTI Pekanbaru.
" terang Alisman.
Secara teknis pengajar berasal dari pihak Suzuki dan Yamaha. Mereka dapat melakukan pembelajaran di SMK MUTI atau para siswa SMK MUTI belajar di workshop/bengkel resmi Suzuki dan Yamaha. Selain dari itu guru-guru juga dapat magang di perusahaan tersebut. Sehingga dengan adanya kolaborasi pembelajaran akan mengahasilkan tamatan/lulusan yg punya ketrampilan/skill dan karakter kerja/softskill yang siap kerja, siap wirausaha dan siap melanjutkan ke perguruan tinggi.
(dre)
