Defisit Anggaran, Ribuan Guru Kontrak Tahun Depan Terancam Tidak Terima Gaji

Alwira Fanzary
Jumat, 9 November 2018 08:05:57
Aksi massa guru

KANALSUMATERA.com - Sebanyak 2.500 guru kontrak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terancam tidak menerima gaji pada 2019. Hal ini karena pemerintah daerah setempat tidak memiliki anggaran untuk membayar gaji guru kontrak.

"Kelanjutan nasib para guru kontrak tersebut tidak jelas karena pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk membayar gaji guru kontrak tersebut," kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun di Sampit, Kamis (8/11). Seperti yang dilansir dari kantor berita Antara.

Menurut dia, berdasarkan laporan pihak Dinas Pendidikan Kotim yang diterima pihaknya saat pembahasan APBD 2019, mereka hanya mampu menyiapkan anggaran untuk pembayaran gaji selama enam bulan pada 2019, selebihnya masih belum diketahui kejelasannya.

Pagu anggaran yang di terima Dinas Pendidikan (Disdik) pada 2019 sebesar Rp305 miliar, dan setelah dipotong untuk belanja tidak langsung anggaran mereka tinggal sekitar Rp75 miliar.

Baca: Kualitas Udara Memburuk, Sekolah Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ Dua Hari

Dia mengatakan setelah dipergunakan untuk keperluan pembiayaan langsung lainnya, maka anggaran tersebut hanya tersisa sebesar Rp 20 miliar. Dan sisa itulah yang dipergunakan untuk membayar gaji 2.500 guru kontrak yang ada di Kotim.

"Saya minta pemerintah daerah agar segera mencari dana talangan untuk menutup kekurangan anggaran di Disdik tersebut agara para guru kontrak pada 2019 nantinya bisa tetap menerima gaji," katanya.

Rimbun menilai permasalahan tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena hal itu menyangkut nasib para guru kontrak.

"Satu sisi kita sangat membutuhkan tenaga para guru kontrak tersebut, namun disisi lain kita tidak mampu memberikan atau memenuhi hak mereka," kata dia.

Dia mengatakan salah satu pemicu habisnya dana APBD 2019 tersebut adalah karena tersedot untuk pembiayaan program pembangunan tahun jamak yang menghabiskan biaya sebesar Rp 200 miliar lebih.

Baca: Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijakan PJJ di Tengah Kabut Asap

"Program pembangunan tahun jamak harus dan wajib dibiayai karena merupakan salah satu program yang telah disepakati," ujarnya.

Berdasarkan rancana kerja anggaran (RKA) yang telah ditetapkan, APBD 2019 Kabupaten Kotawaringin Timur disepakati sebesar Rp1,5 triliun.

Total APBD 2019 tersebut diluar dana transfer berupa dana alokasi khusus (DAK), dana alokasi umum (DAU), dana desa (DD), dana bagi hasil (DBH) dan lainnya jumlahnya mencari Rp370 miliar lebih.

"Jika ditotal, maka APBD 2019 Kabupaten Kotawaringin Timur mencapai sekitar Rp1,8 triliun, namun sayangnya dana tersebut telah habis dibagi pada program kegiatan pembangunan lainnya," katanya.

Rimbun mendesak tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk segera menutup kekurangan anggaran pada pos pendidikan tersebut sebelum pembahasan APBD 2019 dilanjutkan pada sesi rapat kompilasi atau gabungan.

Baca: Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Kini Gunakan Rentang 200 hingga 800

"Kami berharap nasib ribuan guru kontrak Kotawaringin Timur di selamatkan, dan jangan menjadi korban kebijakan pemerintah yang kurang jelas," ungkapnya.

Kepala Bidang anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kotim, Nurilla Agustina mengakui adanya dana transfer sebesar Rp370 miliar lebih tersebut, namun dana tersebut telah habis untuk beberapa program pembangunan pada 2019.

"Saya tidak berani menjanjikan maupun memastikan apakah dana transfer dari DAK, DAU, DD, DBH dan lainnya tersebut tersisa, dan setahu saya juga telah habis untuk pembiayaan program," jelas dia. Ant/KS



Terkait
Teddy Indra Wijaya: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Belajar di Sekolah Rakyat
Teddy Indra Wijaya: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Belajar di Sekolah Rakyat
Ketua PGRI Kampar Dorong Penguatan Mutu Pendidikan di K
Hari Pertama Pelaksanaan TKA di SD 014 Batu Belah Kecam
Kematian Siswa SD di NTT, Komisi X DPR Karmila Sari Dor
Lainnya
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027
Insiden Km 50, Komnas HAM Sebut Ada yang Buntuti Rizieq
Realisasi Pengembalian UEK-SP Cahaya Umban Pekanbaru Ca
Gaji Tenaga Kontrak Pemkot Bandar Lampung Tahun Depan N
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Politik
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah M
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,