Pemko Pekanbaru Perluas Seragam Sekolah Gratis, DPRD Ingatkan Anggaran Fasilitas Jangan Terganggu

Kanama Amar
Rabu, 5 Agustus 2026 17:46:34

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperluas program pemberian seragam sekolah gratis bagi seluruh peserta didik baru tingkat SD dan SMP negeri pada tahun ajaran 2026. Program yang didanai melalui APBD tersebut menyasar 20.800 siswa dengan masing-masing menerima tiga stel seragam tanpa membedakan kondisi ekonomi keluarga. Rabu (05/08/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menjelaskan program ini mencakup 9.800 siswa SD dan 11.000 siswa SMP negeri. Seluruh penerima akan memperoleh paket seragam sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Untuk siswa SD, bantuan meliputi seragam merah putih, Pramuka, dan olahraga. Sementara siswa SMP mendapatkan seragam putih biru, Pramuka, serta olahraga. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan bantuan tas dan buku sekolah bagi sekitar 3.000 siswa dari jalur afirmasi atau keluarga kurang mampu.

Baca: Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah

Perluasan program tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin. Menurutnya, kebijakan itu dapat membantu meringankan pengeluaran orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.

Meski demikian, DPRD memberikan perhatian terhadap sumber pendanaan program yang berasal dari pergeseran anggaran di lingkungan Dinas Pendidikan. Legislator mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berdampak pada tertundanya rehabilitasi gedung sekolah maupun pengadaan fasilitas belajar yang telah direncanakan.

Baca: SDN 4 Siak Kecil Bengkalis Dukung Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah

Untuk mengakomodasi seluruh peserta didik baru, Pemko Pekanbaru meningkatkan anggaran program seragam gratis dari Rp6 miliar menjadi Rp13 miliar. Tambahan dana sebesar Rp7 miliar diperoleh melalui mekanisme pergeseran anggaran internal.

"Tambahan anggaran itu tidak menjadi masalah bagi kami, karena memang tujuannya untuk membantu masyarakat. Kami mengingatkan hanya jangan sampai anggaran perbaikan sarana-prasarana ikut dikorbankan," ujarnya.

DPRD juga berharap pada APBD Perubahan mendatang pemerintah dapat menambah alokasi anggaran bagi Dinas Pendidikan sehingga program seragam gratis tetap berjalan tanpa mengurangi kebutuhan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan.

Baca: LT-II Kwarran Binawidya 2026 Resmi Dibuka, 80 Pramuka Penggalang Siap Bersaing

Selain itu, Komisi III meminta Dinas Pendidikan mempercepat proses produksi seragam agar seluruh bantuan dapat disalurkan paling lambat Oktober 2026. Pelibatan lebih dari satu penyedia jasa konveksi dinilai menjadi solusi untuk mempercepat penyelesaian produksi dalam jumlah besar.

"Kami mengingatkan maksimal Oktober seragam sudah dibagikan kepada seluruh siswa baru. Kalau targetnya Oktober, pengerjaannya harus melibatkan beberapa vendor supaya selesai tepat waktu, karena jumlah seragam yang dibuat sangat banyak," katanya.

Baca: Abdul Kasim Desak Pemprov Riau Tuntaskan Status Lahan Sekolah Eks Caltex

DPRD juga meminta seluruh sekolah segera menyosialisasikan program tersebut kepada para wali murid. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak terburu-buru membeli seragam secara mandiri sebelum bantuan pemerintah diterima.

"Kami minta seluruh orang tua segera diinformasikan bahwa siswa baru akan mendapat seragam gratis. Jangan sampai mereka sudah membeli dua atau tiga stel seragam, karena nanti justru menjadi pemborosan. Seragam yang diberikan pemerintah itu menjadi hak siswa dan tidak perlu dikembalikan," jelasnya.

Di sisi lain, DPRD menegaskan komitmennya mengawal kebijakan sekolah bebas pungutan di Kota Pekanbaru. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendorong penyediaan buku pelajaran secara bertahap melalui pendanaan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), sehingga kebutuhan Lembar Kerja Siswa (LKS) tidak lagi menjadi beban orang tua.

Baca: Kontingen Jamnas XII Riau Resmi Dilepas, Ketua Kwarda Beri Motivasi kepada Peserta

"Kami terus mengingatkan agar tidak ada lagi pungutan di sekolah. Mulai tahun ajaran ini buku pelajaran juga mulai disediakan melalui BOSDA secara bertahap, sehingga beban orang tua semakin berkurang," pungkasnya.

Sementara itu, Abdul Jamal memastikan proses pengukuran seragam bagi peserta didik baru mulai dilakukan sepanjang Agustus 2026. Dinas Pendidikan menargetkan seluruh seragam selesai diproduksi dan telah diterima siswa paling lambat pada Oktober mendatang.

Baca: Kemensos Target Rekrutmen 8.300 Guru Sekolah Rakyat Tuntas September

Pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap seluruh sekolah agar tidak melakukan pengukuran maupun penjualan seragam secara mandiri. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan pelaksanaan program berlangsung transparan, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan pungutan kepada orang tua siswa.

Melalui program seragam gratis, bantuan perlengkapan sekolah, serta penyediaan buku pelajaran melalui BOSDA, Pemko Pekanbaru bersama DPRD berharap akses pendidikan yang lebih terjangkau dapat dirasakan seluruh masyarakat sekaligus mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari pungutan. (SM)



Terkait
LatihanĀ  Tingkat II Kwarran Bukit Raya Resmi Dibuka, Generasi Tangguh Siap Berbakti
LatihanĀ  Tingkat II Kwarran Bukit Raya Resmi Dibuka, Generasi Tangguh Siap Berbakti
Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih Beasiswa LPDP, Lanjut Studi
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 0
Hari Pertama Pelaksanaan TKA di SD 014 Batu Belah Kecam
Lainnya
Virus Baru ALTNV Ditemukan di China, Ditularkan Kutu dan Picu Gejala Mirip Flu
Virus Baru ALTNV Ditemukan di China, Ditularkan Kutu dan Picu Gejala Mirip Flu
Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet,
Kemenkes: Obat Nyamuk Semprot Tak Efektif untuk Basmi N
Karena Kasta Rendah, Remaja India Terpaksa Bawa Jasad I
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung