SDN 4 Siak Kecil Bengkalis Dukung Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah

Mawardi Tombang Amar
Jumat, 28 Agustus 2026 18:08:36

KANALSUMATERA.com - BENGKALIS – SD Negeri 4 Siak Kecil menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pembatasan penggunaan perangkat teknologi digital atau gawai di lingkungan satuan pendidikan.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Bupati Bengkalis Nomor 1094 Tahun 2026. Kepala SDN 4 Siak Kecil, Sunarni, S.Ag, mengatakan penerapan pembatasan gawai merupakan langkah yang dinilai penting untuk membangun suasana belajar yang lebih tertib dan kondusif.

Hal itu disampaikannya kepada media ini, Jumat (28/8/2026). Kata Sunarni, pembatasan tersebut diharapkan dapat mengurangi gangguan selama kegiatan belajar mengajar. Murid juga didorong untuk lebih banyak membangun komunikasi secara langsung dengan guru maupun sesama teman.

Selain menunjang konsentrasi belajar, kebijakan tersebut juga dinilai dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter murid, khususnya dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab.

Baca: Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan

Meski demikian, Sunarni menegaskan bahwa penggunaan gawai bukan berarti sepenuhnya dilarang. Perangkat tersebut masih dapat dimanfaatkan apabila berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran atau dalam situasi tertentu yang diperbolehkan sesuai ketentuan.

"Kebijakan pembatasan penggunaan gawai tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan dan sinergi dari lingkungan keluarga," terang Sunarni.

Ia menjelaskan, keterlibatan orang tua menjadi faktor penting agar pembatasan penggunaan gawai tidak berhenti di lingkungan sekolah. Orang tua dapat membangun kesepakatan dengan anak mengenai kapan dan dalam kondisi apa perangkat digital boleh digunakan.

Selain itu, orang tua juga diharapkan memberikan contoh penggunaan teknologi yang sehat sekaligus melakukan pendampingan ketika anak memanfaatkan perangkat digital. Aktivitas lain seperti membaca, berolahraga, bermain, membantu pekerjaan rumah maupun menghabiskan waktu bersama keluarga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

Baca: IPN P Dorong Pengalihan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu Pusat, Ratusan Ribu Pegawai Terselamatkan

"Melalui kebijakan ini, mari kita bersama - sama menciptakan budaya sekolah dan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang murid secara optimal, karena gawai memiliki dampak positif maupun negatif dalam kehidupan sehari - hari," terang Sunarni lagi.

Sunarni menambahkan, teknologi pada dasarnya dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan sesuai kebutuhan. Karena itu, pemanfaatannya perlu diarahkan agar tidak mengganggu proses belajar maupun tahapan tumbuh kembang anak.

"Mari kita dukung bersama pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan dengan membangun sinergi antara sekolah dan keluarga demi terwujudnya pembelajaran yang lebih efektif, disiplin, berkualitas, serta lingkungan yang mendukung masa depan murid," pungkasnya. (ndi)



Terkait
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Wali Kota Pekanbaru Tegaskan Ijazah Siswa Tak Boleh Dit
BKPRMI Riau Apresiasi Pemko Pekanbaru Perkuat Pendidika
Witama Cup ke-8 Resmi Digelar: Ajang Kreativitas Siswa
Lainnya
Ruas Jalan Ujung Batu–Batas Sumbar Banyak Rusak, Adam Syafaat Minta Pemprov Lakukan Perbaikan
Ruas Jalan Ujung Batu–Batas Sumbar Banyak Rusak, Adam Syafaat Minta Pemprov Lakukan Perbaikan
Polemik Tanya Jawab Ceramah UAS, Majelis Dakwah Islamiy
2.000 Unit Rumah Layak Huni akan Dibangun Pemprov Riau
Tragis, Bus yang Membawa Keluarga Pengantin Terguling d
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind