Ketua PGRI Kampar Dorong Penguatan Mutu Pendidikan di Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kampar
KANALSUMATERA.com - Kampar – Wakil Bupati Kampar yang juga Ketua PGRI Kabupaten Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., menghadiri Konferensi Kerja (Konker) I dan II PGRI Kabupaten Kampar Tahun 2025 dan 2026 masa bakti XXIII periode 2025–2030. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua PGRI Provinsi Riau yang diwakili Sekretaris PGRI Provinsi Riau, Junaidi, di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Jumat (10/07/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PGRI Provinsi Riau Junaidi, Sekretaris PGRI Kabupaten Kampar Admiral, SP., M.Si., MP., jajaran pengurus PGRI Kabupaten Kampar, Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar, S.Pd., Kepala Desa Tanjung Belit Efri Desmi, serta anggota PGRI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kampar.
Dalam sambutannya, Dr. Misharti menjelaskan bahwa Konferensi Kerja PGRI merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat kabupaten. Forum ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah berjalan sekaligus menyusun arah kebijakan strategis dan program kerja pada periode berikutnya.
Baca: Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
Dr. Misharti juga menegaskan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi emas Kabupaten Kampar di masa depan.
"PGRI bukan hanya wadah profesi, tetapi rumah besar perjuangan guru. Konferensi ini harus melahirkan gagasan yang nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan anggota."
Baca: Pemkab Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, Ini Daerah Prioritasnya
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Riau yang diwakili Sekretaris PGRI, Junaidi, menyampaikan apresiasi atas soliditas dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan jajaran pengurus serta anggota PGRI Kabupaten Kampar. Ia berharap hasil Konferensi Kerja tersebut dapat melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang mampu menjadi rujukan bagi PGRI di kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Riau.
Pelaksanaan konferensi di Desa Tanjung Belit juga dinilai memiliki makna tersendiri. Selain dikenal sebagai kawasan yang kaya akan potensi budaya dan pariwisata, desa tersebut menjadi simbol kedekatan dunia pendidikan dengan masyarakat. Kehadiran guru dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar turut menciptakan suasana yang semarak sekaligus mempererat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan PGRI. (Adv)
