Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP

Kanama
Minggu, 20 September 2026 15:39:43

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan keagamaan. Kebijakan ini membatasi penggunaan telepon seluler atau perangkat digital oleh siswa selama berada di sekolah, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan binaan Kemenag. Minggu (20/09/2026).

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama. Surat edaran itu ditetapkan pada 31 Agustus 2026.

Kebijakan ini tidak hanya mengatur penggunaan gawai oleh siswa, tetapi juga mencakup guru, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, serta peran orang tua atau wali dalam mendampingi anak menggunakan perangkat digital.

Baca: Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan, kebijakan pembatasan tersebut bukan dimaksudkan untuk menjauhkan anak dari teknologi.

“Kita tidak ingin menjauhkan anak-anak dari teknologi. Yang ingin kita bangun adalah kemampuan menggunakan teknologi secara sehat, aman, bijaksana, dan bertanggung jawab. Gawai tetap dapat menjadi sarana pembelajaran, tetapi penggunaannya harus terarah dan proporsional,” ujar Kamaruddin.

Baca: Kwarda Riau Buka Kursus Pelatih Pramuka Mahir Dasar, Diikuti Utusan Kwarcab Se-Riau

Siswa Tak Boleh Sembarangan Menggunakan Gawai

Dalam aturan tersebut, siswa dilarang menggunakan gawai selama berada di lingkungan satuan pendidikan, kecuali mendapatkan instruksi langsung dari guru untuk kepentingan pembelajaran.

Penggunaan gawai juga diperbolehkan sebelum atau setelah jam pelajaran. Dalam kondisi darurat, siswa dapat menggunakan perangkat setelah memperoleh izin dari guru atau wali kelas.

Baca: Ketua Kwarda Riau Lantik Pengurus Pinsakoda Pramuka JSIT, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda

Ketentuan serupa berlaku bagi guru dan tenaga kependidikan. Mereka tidak diperbolehkan menggunakan gawai ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung apabila penggunaan tersebut tidak berkaitan dengan proses pembelajaran.

Untuk mendukung penerapan aturan, satuan pendidikan dapat menyediakan loker atau tempat khusus penyimpanan gawai. Guru atau wali kelas juga dapat mengumpulkan perangkat siswa sebelum pembelajaran dimulai dan mengembalikannya setelah kegiatan belajar selesai.

Baca: Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan

Berlaku untuk Madrasah hingga Pesantren

Pembatasan penggunaan gawai ini berlaku pada berbagai satuan pendidikan binaan Kemenag.

Cakupannya antara lain madrasah, pesantren, pendidikan diniyah, sekolah teologi, pasraman, pesantian, widyalaya, dhammasekha, serta satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Baca: Di Hadapan 700 Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ungkap 3 Kapasitas Penting agar Sukses

Kemenag menyebut kebijakan tersebut diarahkan untuk menciptakan budaya belajar yang aman dan nyaman, meningkatkan konsentrasi siswa, memperkuat interaksi sosial antarmurid, serta melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai yang tidak tepat.

Konten Negatif hingga Judi Online Dilarang

Baca: Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-ASN

Surat edaran tersebut juga mengatur aktivitas digital yang tidak boleh dilakukan di lingkungan satuan pendidikan.

Larangan mencakup akses, penyimpanan maupun penyebaran konten kekerasan, pornografi, perjudian, perundungan digital, hoaks, serta konten lain yang dapat membahayakan anak.

Siswa maupun guru juga dilarang mengambil, menyimpan atau mengunggah foto dan video yang melanggar privasi atau martabat orang lain tanpa izin.

Baca: Prabowo Siapkan Pendidikan Gratis SD hingga PTN, Anggaran Mulai Dikaji

Selain itu, transaksi pinjaman daring, perjudian daring, serta aktivitas komersial yang tidak berkaitan dengan pembelajaran juga dilarang di lingkungan satuan pendidikan.

Kamaruddin menjelaskan penggunaan gawai yang tidak tepat dapat mengganggu konsentrasi belajar sekaligus memengaruhi kualitas interaksi sosial antarmurid.

Baca: Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Bantuan untuk Lima Keluarga di Senapelan

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar dan berinteraksi. Kita ingin mengurangi distraksi selama pembelajaran sekaligus melindungi mereka dari risiko perundungan digital, konten negatif, serta penggunaan internet yang tidak tepat,” kata Kamaruddin.

Orang Tua Juga Diminta Terlibat

Pengaturan penggunaan gawai tidak berhenti di lingkungan sekolah. Kemenag juga memberikan panduan kepada orang tua atau wali agar turut mengawasi aktivitas digital anak ketika berada di rumah.

Baca: Wabup Kampar Terima Tim Verval Kemendikdasmen RI, Perkuat Sinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Orang tua didorong mendampingi anak dalam menggunakan gawai dan internet serta memastikan perangkat digunakan secara aman dan sesuai kebutuhan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag membangun budaya digital yang sehat sekaligus memastikan teknologi tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran.

Baca: Plt Gubri SF Hariyanto Lepas Dua Capaska Riau, Siap Emban Tugas di Istana Negara

Dengan aturan ini, penggunaan gawai di satuan pendidikan keagamaan diarahkan bukan sekadar dibatasi, tetapi juga ditempatkan sesuai fungsi dan kebutuhan pendidikan. (SM)



Terkait
Ketua PGRI Kampar Dorong Penguatan Mutu Pendidikan di Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kampar
Ketua PGRI Kampar Dorong Penguatan Mutu Pendidikan di Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kampar
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi I
Bimtek Digital Marketing Wonderful Indonesia di Meranti
SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru MoU dengan Univers
Lainnya
PKS Minta Jokowi Tekan Emmanuel Macron Minta Maaf dan Cabut Ucapan
PKS Minta Jokowi Tekan Emmanuel Macron Minta Maaf dan Cabut Ucapan
Presiden Jokowi Harap Danau Toba Jadi Tempat Wisata Par
Enam Kepsek di Lima Puluh Sumbar Terindikasi Pelanggara
Waww.., Jokowi Restui WNA Duduki Jabatan di Direksi BUM
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind