Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijakan PJJ di Tengah Kabut Asap

Kanama
Kamis, 17 September 2026 17:30:18

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sesuai kebijakan pemerintah daerah di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap. Kamis (17/09/2026).

Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh sekolah negeri maupun swasta, mulai jenjang PAUD hingga SMP. Sekolah diminta tidak mengabaikan ketentuan PJJ yang diberlakukan sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik dan warga sekolah.

Penerapan PJJ dilakukan menyusul kondisi kualitas udara Pekanbaru yang sempat masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap. Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya memutuskan pembelajaran dari rumah bagi peserta didik sebagai upaya mengurangi paparan udara tidak sehat.

Baca: Pertamina Dorong Generasi Muda Indonesia Berinovasi dan Kembangkan Wirausaha

Dinas Pendidikan menekankan agar sekolah mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dan tidak mengambil kebijakan sendiri yang bertentangan dengan arahan pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak yang dinilai lebih berisiko terdampak kualitas udara buruk. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya meminta orang tua turut mendampingi anak selama mengikuti PJJ dari rumah.

Baca: Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri

Selain pendampingan orang tua, guru juga diingatkan agar memberikan materi dan tugas yang proporsional selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

"Saya juga mengingatkan para guru agar memberikan materi dan tugas yang tidak membebani orang tua maupun peserta didik selama PJJ berlangsung. Mereka akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh sampai hari Minggu," kata Wali Kota Agung.

Pemko Pekanbaru sebelumnya menetapkan PJJ setelah hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada level yang mengkhawatirkan. Data yang diterima pemerintah daerah pada 15 September 2026 menunjukkan angka 220 berdasarkan data BMKG dan 243 berdasarkan ISPU, yang dikategorikan sangat tidak sehat atau berbahaya.

Baca: Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya

Pelaksanaan PJJ selanjutnya akan menyesuaikan perkembangan kondisi udara dan cuaca. Pemerintah daerah juga terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih memengaruhi kualitas udara di Pekanbaru.

Masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi udara, termasuk pembakaran sampah secara sembarangan.

Baca: Di Hadapan 700 Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ungkap 3 Kapasitas Penting agar Sukses

"Walaupun titik api kosong atau tidak ada titik api, seluruh warga Pekanbaru harus waspada dan tidak membakar sembarangan," tegas Agung.

Dengan penerapan PJJ, aktivitas belajar peserta didik diharapkan tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko paparan udara yang tidak sehat. Sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik diminta bersama-sama mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. (SM)



Terkait
Nyata dan Berdampak! Workshop Nasional Gerakan Pramuka Scouting Impact Summit Resmi Dibuka
Nyata dan Berdampak! Workshop Nasional Gerakan Pramuka Scouting Impact Summit Resmi Dibuka
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 0
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Lainnya
PSI Bela Gibran di Tengah Gugatan MK, Pertanyakan Kapan Perkara Ijazah Selesai
PSI Bela Gibran di Tengah Gugatan MK, Pertanyakan Kapan Perkara Ijazah Selesai
Anggota DPD RI Kyai Mursyid Kembali Salurkan Bantuan Al
K Dibekuk Polisi Gegara Hamili Pacar yang Masih Bawah U
Sertifikasi Halal untuk UMKM Seharusnya Gratis
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi
Pendidikan
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir
UPT SDN 014 Batu Belah Gelar Implementasi SPMI, Libatka
Kwarda Riau Buka Kursus Pelatih Pramuka Mahir Dasar, Di
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind