Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi, Wamen Diktisaintek Tekankan Kampus Harus Berdampak
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI Prof Dr Fauzan, MPd mendorong perguruan tinggi membentuk konsorsium sebagai langkah strategis memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah. Gagasan ini mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Karmila Sari, SKom, MM dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Perguruan Tinggi 2026 di Pekanbaru, Jumat (31/7/2026).
Dalam arahannya, Fauzan menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan formal dan meluluskan mahasiswa. Kampus, menurutnya, harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan nyata di masyarakat, mulai dari stunting, kesehatan, hingga penguatan ekonomi daerah.
"Kalau di suatu daerah ada perguruan tinggi yang memiliki keahlian di bidang kesehatan, tetapi masyarakat di sekitarnya masih menghadapi persoalan stunting, maka kampus harus mengevaluasi perannya. Perguruan tinggi harus hadir memberi dampak nyata bagi masyarakat," kata Fauzan.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan konsorsium menjadi langkah penting untuk menyatukan kekuatan antarperguruan tinggi agar penyelesaian persoalan pembangunan tidak dilakukan secara parsial. Sinergi antara kampus, pemerintah, serta dunia usaha dan industri dinilai sebagai kunci percepatan pembangunan yang berkelanjutan.
Baca: Kemendikdasmen Evaluasi Rapor Pendidikan di Riau, Masukan Daerah Jadi Dasar Kebijakan Nasional
Selain itu, Fauzan juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral bagi perguruan tinggi yang sudah maju untuk membantu kampus yang masih berkembang. Kolaborasi dapat dilakukan melalui riset bersama, pertukaran dosen, visiting professor, hingga penguatan kapasitas akademik.
Sementara itu, Karmila Sari menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan konsorsium perguruan tinggi. Ia menilai langkah ini akan memperkuat kualitas pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
"Kami di Komisi X mendorong penguatan dukungan bagi perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Konsorsium ini penting agar kampus dapat menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri serta mampu menekan angka pengangguran intelektual," ujar Karmila.
Menurutnya, dunia industri perlu lebih aktif menyampaikan kebutuhan kompetensi tenaga kerja kepada perguruan tinggi. Dengan demikian, pembukaan program studi dan pengembangan kurikulum dapat lebih selaras dengan kebutuhan pasar kerja sehingga lulusan menjadi lebih siap bersaing.
Baca: Disdikpora Kampar Integrasikan Pendidikan Anti Narkoba ke Kurikulum, Perkuat Benteng Generasi Muda
Di kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Dr Nopriadi, SKM, MKes, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan pemetaan kompetensi dosen, mahasiswa, serta hasil riset perguruan tinggi di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Data tersebut akan menjadi dasar pembentukan konsorsium yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan dunia industri.
Menurut Nopriadi, konsorsium ini akan menjadi implementasi konkret dari program "Perguruan Tinggi Berdampak" yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
