Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi, Wamen Diktisaintek Tekankan Kampus Harus Berdampak

Mawardi Tombang Amar
Jumat, 31 Juli 2026 20:54:48

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI Prof Dr Fauzan, MPd mendorong perguruan tinggi membentuk konsorsium sebagai langkah strategis memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah. Gagasan ini mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Karmila Sari, SKom, MM dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Perguruan Tinggi 2026 di Pekanbaru, Jumat (31/7/2026).

Dalam arahannya, Fauzan menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan formal dan meluluskan mahasiswa. Kampus, menurutnya, harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan nyata di masyarakat, mulai dari stunting, kesehatan, hingga penguatan ekonomi daerah.

"Kalau di suatu daerah ada perguruan tinggi yang memiliki keahlian di bidang kesehatan, tetapi masyarakat di sekitarnya masih menghadapi persoalan stunting, maka kampus harus mengevaluasi perannya. Perguruan tinggi harus hadir memberi dampak nyata bagi masyarakat," kata Fauzan.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan konsorsium menjadi langkah penting untuk menyatukan kekuatan antarperguruan tinggi agar penyelesaian persoalan pembangunan tidak dilakukan secara parsial. Sinergi antara kampus, pemerintah, serta dunia usaha dan industri dinilai sebagai kunci percepatan pembangunan yang berkelanjutan.

Baca: Ketua Kwarda Riau Lantik Pengurus Pinsakoda Pramuka JSIT, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda

Selain itu, Fauzan juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral bagi perguruan tinggi yang sudah maju untuk membantu kampus yang masih berkembang. Kolaborasi dapat dilakukan melalui riset bersama, pertukaran dosen, visiting professor, hingga penguatan kapasitas akademik.

Sementara itu, Karmila Sari menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan konsorsium perguruan tinggi. Ia menilai langkah ini akan memperkuat kualitas pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Kami di Komisi X mendorong penguatan dukungan bagi perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Konsorsium ini penting agar kampus dapat menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri serta mampu menekan angka pengangguran intelektual," ujar Karmila.

Menurutnya, dunia industri perlu lebih aktif menyampaikan kebutuhan kompetensi tenaga kerja kepada perguruan tinggi. Dengan demikian, pembukaan program studi dan pengembangan kurikulum dapat lebih selaras dengan kebutuhan pasar kerja sehingga lulusan menjadi lebih siap bersaing.

Baca: Dewan Pendidikan Bengkalis Apresiasi Lomba Cerdas Cermat SD di Bantan

Di kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Dr Nopriadi, SKM, MKes, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan pemetaan kompetensi dosen, mahasiswa, serta hasil riset perguruan tinggi di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Data tersebut akan menjadi dasar pembentukan konsorsium yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan dunia industri.

Menurut Nopriadi, konsorsium ini akan menjadi implementasi konkret dari program "Perguruan Tinggi Berdampak" yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.



Terkait
Sekolah Lansia BKMT Kampar Ajarkan Pemanfaatan Lingkungan untuk Lansia Mandiri
Sekolah Lansia BKMT Kampar Ajarkan Pemanfaatan Lingkungan untuk Lansia Mandiri
Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Kini Gunakan Rentang 200
Kemendikdasmen Evaluasi Rapor Pendidikan di Riau, Masuk
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Ma
Lainnya
Stafsus Menkumham Kunjungi Lapas Kelas II A Bagansiapiapi, Lapas Terpadat di Indonesia
Stafsus Menkumham Kunjungi Lapas Kelas II A Bagansiapiapi, Lapas Terpadat di Indonesia
Pasca Lebaran Harga Bahan Pokok Naik, DPRD Pekanbaru Pa
89 Guru Kecamatan Nongsa Kunjungi Musuem Batam Raja Ali
Rencana THR ASN Cair Bulan Mei 2019
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Dedi Congor Jadi Tersangka KPK dan Polri, Ini Kasusnya
Empat Polisi di Batam Diamankan Terkait Etomidate, Kapo
Politik
KPU Buka Suara soal Putusan MA Terkait Suket SMA Gibran, Singgung Tahapan Pemilu 2024
KPU Buka Suara soal Putusan MA Terkait Suket SMA Gibran, Singgung Tahapan Pemilu 2024
Desakan Indonesia Keluar dari BoP Dinilai Perlu Dicerma
Bawaslu Ingatkan Larangan Libatkan Anak dalam Kampanye
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik