Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jadi Sorotan DPR, Guru dan Pilihan Siswa Dipertanyakan

Kanama
Jumat, 14 Agustus 2026 21:47:31

KANALSUMATERA.com - Jakarta — Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mulai mengenalkan bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar mendapat apresiasi dari Komisi X DPR RI. Namun, kebijakan tersebut dinilai membutuhkan perencanaan matang, terutama terkait ketersediaan guru dan pilihan bahasa yang akan dipelajari siswa. Jumat (14/08/2026).

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai penguasaan lebih dari satu bahasa sejak usia dini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Meski demikian, ia menekankan pentingnya tetap mengutamakan Bahasa Indonesia dan menjaga keberadaan bahasa daerah.

"Ya, pertama sih kami tentunya mengapresiasi bahwa anak-anak sejak kecil dibiasakan untuk multilingual ya. Pertama tentu saja harus menguasai dan juga bangga menggunakan bahasa Indonesia. Tapi selain itu juga mau melestarikan bahasa daerahnya. Dan yang terakhir ya tentu saja juga menguasai bahasa asing," kata Hetifah kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Baca: Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi, Wamen Diktisaintek Tekankan Kampus Harus Berdampak

Menurut Hetifah, penerapan pembelajaran bahasa asing sejak sekolah dasar bukan kebijakan sederhana apabila pemerintah ingin menyediakan banyak pilihan bahasa. Karena itu, kesiapan sistem pendidikan perlu diperhitungkan secara menyeluruh.

"Nah, tentu saja ini tidak mudah ya, apalagi jika kita ingin mengajarkan semuanya. Nah, itu yang harus secara cermat dan hati-hati kita buat perencanaannya," ucap dia.

Baca: Ketua PGRI Kampar Dorong Penguatan Mutu Pendidikan di Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kampar

DPR Dorong Siswa Bebas Memilih Bahasa Asing

Komisi X DPR juga mengusulkan agar siswa tidak diwajibkan mempelajari seluruh bahasa asing yang nantinya masuk dalam program pembelajaran. Pilihan bahasa, menurut Hetifah, sebaiknya disesuaikan dengan minat dan ketertarikan masing-masing peserta didik.

"Kalau menurut kami, tentu saja anak-anak dibiarkan memilih ya, memilih apa yang mereka suka, passion-nya ataupun interest mereka bahasa apa. Jadi nanti ada kesempatan untuk mereka mempelajari bahasa yang mereka pikir itu akan menjadi bahasa kedua atau bahasa ketiga setelah bahasa daerah mereka," ujar dia.

Baca: Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026

Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat pembelajaran bahasa asing lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa mendalami bahasa yang benar-benar mereka minati.

Ketersediaan Guru Jadi Tantangan

Baca: Disdukcapil Bengkalis Jemput Bola Rekam KTP-el di Sekolah dalam Program 'Go To School"

Selain pilihan bahasa, persoalan tenaga pengajar menjadi perhatian utama DPR. Hetifah mengingatkan pemerintah agar memastikan jumlah dan kompetensi guru mencukupi sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas.

"Yang perlu diwaspadai lagi tentu saja ketersediaan guru. Jangankan bahasa asing, bahasa daerah pun banyak yang punah saat ini karena penuturnya tidak ada," imbuh dia.

Persoalan tersebut menjadi penting karena rencana pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD berpotensi membutuhkan tenaga pengajar dengan kemampuan bahasa yang beragam. Pemerintah dinilai perlu menyiapkan kebutuhan guru sekaligus strategi pembelajaran agar kebijakan tidak berhenti pada tataran program.

Baca: Witama School Hadirkan Mahasiswa S3 dari AS sebagai Guru Tamu, Perkuat Wawasan Siswa

Prabowo Ingin Bahasa Asing Dimulai Sejak Kelas 1 SD

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar anak-anak Indonesia mulai mendapatkan pembelajaran bahasa asing sejak duduk di kelas 1 SD.

Baca: LKP MentariMU Pekanbaru Diresmikan, Buka Program Kejar Paket A, B, dan C Secara Gratis.

Prabowo menilai kemampuan bahasa asing penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda, termasuk ketika mereka memasuki dunia kerja. Pemerintah juga disebut akan menyiapkan tenaga pengajar terbaik untuk mendukung pembelajaran tersebut.

"Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai," kata Prabowo saat pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Prabowo menyebut sejumlah bahasa yang dinilai penting untuk mulai dikenalkan kepada anak-anak Indonesia.

Baca: Bimtek Digital Marketing Wonderful Indonesia di Meranti Sukses, Peserta Siap Tancap Gas di Medsos

"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing; bahasa yang paling penting: bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa Jepang, Korea, bahasa Spanyol, dan bahasa Prancis," ucap Prabowo.

Rencana tersebut kini menjadi perhatian karena keberhasilan pembelajaran bahasa asing sejak usia dini tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga kesiapan guru, fasilitas pendidikan, serta mekanisme pemilihan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. (SM)

Terkait
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Pasca Kejadian Pembacokan, FORMA KIP-K Ajak Mahasiswa J
Perjuangkan Pembangunan Daerah, Karmila Sari Bawa Pemka
Siap-Siap.... Kemenag Alokasikan Rp 1,6 Triliun untuk K
Lainnya
Edwin Pratama Putra Terima Aspirasi Guru Bantu Se-Riau Terkait Pengangkatan PPPK
Edwin Pratama Putra Terima Aspirasi Guru Bantu Se-Riau Terkait Pengangkatan PPPK
Afrizal Sintong SIP, Ketua DPD GOLKAR Rohil Buka Bersam
Kata Anggota DPR soal Isu Pergantian Kapolri dan Wakapo
Korban Jiwa Banjir di Sentani Bertambah Jadi 89 Orang
Nasional
Ketua MPR Ahmad Muzani: MBG Bukan Sekadar Makanan, tapi Investasi Generasi Emas 2045
Ketua MPR Ahmad Muzani: MBG Bukan Sekadar Makanan, tapi Investasi Generasi Emas 2045
Kemendagri dan BGN Perkuat Kolaborasi, Pemda Diminta Ma
DPR Pertanyakan Alasan Eks Pejabat Pajak Hari Sih Advia
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ekonomi
Daya Beli Melemah, UMKM Didorong Perkuat Ekosistem dari Produksi hingga Pasar
Daya Beli Melemah, UMKM Didorong Perkuat Ekosistem dari Produksi hingga Pasar
Hendry Munief Soroti UMKM Bersertifikat SNI Rendah, Pem
Hendry Munief Soroti Minimnya UMKM Bersertifikat SNI, P
Olahraga
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA
Bupati Kampar Buka Turnamen Bulutangkis Korpri, 80 Tim
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026