Kemensos Target Rekrutmen 8.300 Guru Sekolah Rakyat Tuntas September
KANALSUMATERA.com - BANDUNG – Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat proses pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga pendidik guna mendukung operasional Sekolah Rakyat yang mulai menerima peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini dilakukan agar seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sesuai jadwal di seluruh sekolah yang telah disiapkan pemerintah. Rabu (05/08/2026).
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, mengatakan proses rekrutmen tenaga pendidik terus berlangsung dengan target penyelesaian sebelum awal September 2026.
"Kami hari ini sedang berproses rekrutmen guru dan tenaga pendidik. Alhamdulillah, guru itu kami butuh sekitar 3.300 orang. Kemudian tenaga pendidik yang terdiri dari wali asuh dan wali asrama itu kurang lebih 5.000 orang. Baru bisa masuk nanti insyaallah pada 1 September," katanya.
Baca: Pemko Pekanbaru Perluas Seragam Sekolah Gratis, DPRD Ingatkan Anggaran Fasilitas Jangan Terganggu
Menurut Robben, kebutuhan tenaga pendidik meningkat seiring bertambahnya jumlah Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi pada tahun ajaran baru. Karena itu, pemerintah menyiapkan skema transisi agar proses pembelajaran tetap berjalan meski rekrutmen guru definitif masih berlangsung.
Selama masa transisi tersebut, Kemensos akan melibatkan guru tamu dan tenaga pendidik tamu dari pemerintah daerah untuk memastikan layanan pendidikan kepada para siswa tidak terganggu.
Baca: PT Musim Mas Salurkan 480 Paket Bantuan Pendidikan, Dapat Apresiasi dari Disdik Pelalawan
"Kami nanti butuh bantuan Pak Bupati dan Pak Wali Kota untuk bisa dipinjam dahulu sebagai guru tamu dan tenaga pendidik tamu, untuk bisa mengawal anak-anak ini sampai guru dan tenaga pendidik yang aslinya per 1 September," ujarnya.
Selain mempercepat proses rekrutmen, Kemensos juga mengusulkan percepatan pengadaan guru melalui jalur Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kebijakan ini dinilai penting mengingat kebutuhan tenaga pendidik diperkirakan akan terus bertambah seiring pengembangan program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda pada tahun-tahun mendatang.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Kemensos akan memperkuat koordinasi dengan Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) agar mekanisme pengadaan guru dapat diselesaikan lebih cepat.
Baca: BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
"Kami mohon izin agar proses pengadaan gurunya melalui PPG bisa dibantu untuk dipercepat. Nanti kami juga akan meminta tolong Pak Deputi beserta para staf khusus untuk mengomunikasikan dan membantu kami bersama-sama di BKN dan KemenPAN-RB," katanya.
Berdasarkan data Kemensos, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dilaksanakan secara bertahap di 101 Sekolah Rakyat yang telah siap beroperasi.
Baca: Didominasi Jalur Domisili, Jalur Prestasi Minim Peminat pada SPMB SMP Negeri Pekanbaru
Selama proses MPLS dan matrikulasi, pemerintah telah menyiapkan sebanyak 207 guru tamu untuk mendukung kegiatan pengenalan sekolah, 2.643 guru tamu pada masa matrikulasi, serta 4.987 tenaga pendidik tamu. Seluruh tenaga tersebut akan bertugas hingga proses rekrutmen guru dan tenaga pendidik definitif selesai dilaksanakan.
Percepatan pemenuhan sumber daya manusia ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan seluruh Sekolah Rakyat mampu memberikan layanan pendidikan secara optimal sejak awal tahun ajaran baru, sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat. (SM)
