Teddy Indra Wijaya: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Belajar di Sekolah Rakyat

Kanama Amar
Minggu, 9 Agustus 2026 12:30:43

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menegaskan keberadaan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan pendidikan bagi puluhan ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, hingga menjalani keseharian di jalanan. Minggu (09/08/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy saat menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat sebagai lembaga pendidikan yang tidak bermutu. Menurutnya, hingga Agustus 2026, lebih dari 43 ribu anak telah mendapatkan kembali akses pendidikan melalui program tersebut.

"Sekolah Rakyat tidak bermutu, kata siapa? Hingga Agustus 2026, lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah yang kesehariannya hidup di jalanan. Sejak di awal pemerintahan Presiden Prabowo kembali dapat menimba ilmu melalui Sekolah Rakyat," ujar Teddy dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Baca: Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijakan PJJ di Tengah Kabut Asap

Teddy menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan formal bagi para siswa. Program tersebut juga memberikan fasilitas tempat tinggal, makanan, layanan kesehatan, pembelajaran akademik, pendidikan adab, serta sarana belajar yang dinilai memadai.

Konsep pendidikan Sekolah Rakyat yang berbasis asrama memungkinkan siswa tinggal di lingkungan sekolah dengan fasilitas penunjang yang telah disediakan.

Baca: Keluarga Korban Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan di SDN 04 Pulau Birandang Lapor ke Sejumlah Instansi

Teddy turut menyoroti capaian siswa Sekolah Rakyat dalam berbagai kompetisi. Ia menyebut tujuh siswa dari SRMA 26 Makassar berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Nasional Indonesia (ONI), Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD), serta Airlangga Competition.

Prestasi tersebut diraih dalam sejumlah bidang, antara lain Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Sejarah.

Menurut Teddy, capaian tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan tetap mempunyai potensi untuk berkembang apabila memperoleh kesempatan yang memadai.

Baca: Guru Masa Kini: Pahlawan Bangsa di Garis Depan Transformasi Zaman

Ia berharap para siswa Sekolah Rakyat dapat membangun cita-cita yang lebih tinggi setelah memperoleh akses pendidikan dan berbagai fasilitas pendukung.

"Insyaallah di sini, di Sekolah Rakyat, anak-anak yang dulunya di jalanan kini dapat bermimpi besar, bercita-cita tinggi," ucapnya.

Baca: Kontingen Jamnas XII Riau Resmi Dilepas, Ketua Kwarda Beri Motivasi kepada Peserta

Teddy juga menekankan pentingnya pendidikan karakter selain kemampuan akademik. Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan sekaligus perilaku yang baik.

"Di sini akan lahir anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga anak-anak yang beradab," imbuh Teddy.

Ia juga mengungkapkan pernah menerima surat dari salah seorang siswa Sekolah Rakyat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan ditulis menggunakan Bahasa Inggris.

Baca: PT Musim Mas Salurkan 480 Paket Bantuan Pendidikan, Dapat Apresiasi dari Disdik Pelalawan

Hal tersebut dinilai menunjukkan adanya perkembangan kemampuan siswa sekaligus menggambarkan potensi yang dapat tumbuh ketika anak-anak tersebut mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. (SM)



Terkait
STIE Bangkinang Gelar Tes Masuk Camaba Gelombang I TA 2026/2027
STIE Bangkinang Gelar Tes Masuk Camaba Gelombang I TA 2026/2027
Kematian Siswa SD di NTT, Komisi X DPR Karmila Sari Dor
SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru MoU dengan Univers
Kilang Pertamina Dumai Gelar Workshop Proses Safety Eng
Lainnya
Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
Wali Kota Pekanbaru akan Tambah Lima Bus Vaksinasi Keli
PIOMFest Kembali Dihelat, Spanyol, Singapura, Jepang da
Menteri Siti Nurbaya ke Kepulauan Banyak, Warga Minta T
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Nasional
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji
HUT ke-81 TNI Batal di Monas, Upacara Dipindah ke Mabes
UU Reforma Agraria Disahkan DPR, Aturan Baru Penguasaan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I