Abdul Kasim Desak Pemprov Riau Tuntaskan Status Lahan Sekolah Eks Caltex

Mawardi Tombang Amar
Rabu, 19 Agustus 2026 21:39:25

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU — Persoalan status lahan sejumlah SMA dan SMK sederajat yang berdiri di atas lahan eks Caltex kembali menjadi perhatian DPRD Provinsi Riau. Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS, H. Abdul Kasim, SH, meminta Pemerintah Provinsi Riau tidak lagi menunda penyelesaian persoalan tersebut.

Abdul Kasim mengatakan, kepastian status lahan menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan pembangunan, rehabilitasi, dan keselamatan warga sekolah. Sejumlah sekolah yang berdiri di atas lahan yang berkaitan dengan kawasan konsesi maupun aset badan usaha milik negara (BUMN) masih menghadapi kendala ketika membutuhkan pembangunan atau renovasi.

Menurutnya, Komisi V DPRD Riau sebelumnya telah mempertemukan sejumlah pihak untuk membahas persoalan tersebut. Pertemuan itu melibatkan Pertamina Hulu Rokan (PHR), SKK Migas, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kami dari Komisi V sudah pernah mengadakan pertemuan dengan Pertamina Hulu Rokan bersama SKK Migas, Dinas Pendidikan dan BPN. Tujuannya jelas, yaitu mencari jalan keluar dan menyelesaikan persoalan status tanah sekolah-sekolah tersebut,” ujar H. Abdul Kasim.

Namun, Abdul Kasim menyayangkan belum adanya perkembangan signifikan terkait tim khusus yang sebelumnya diharapkan dapat menangani penyelesaian status lahan sekolah tersebut.

Baca: Camat Acil Esyno Lepas Ribuan Peserta Pawai, Bukit Batu Semarakkan Keberagaman

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Riau segera membentuk dan mengaktifkan tim penyelesaian status tanah melalui Dinas Pendidikan. Sampai sekarang kami belum melihat titik terang mengenai tim yang pernah direncanakan atau dibentuk tersebut. Ini yang menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Jangan Sampai Sekolah Rusak Tak Bisa Direnovasi

Abdul Kasim menilai persoalan lahan tidak boleh menjadi alasan pembangunan sekolah terhambat. Terlebih, terdapat bangunan sekolah yang kondisinya sudah membutuhkan perbaikan dan revitalisasi.

Ia mengingatkan, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko terhadap peserta didik dan tenaga pendidik yang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut.

“Kita sangat meragukan kalau bangunan yang sudah rusak dan memang sudah waktunya direnovasi atau direvitalisasi terus dibiarkan. Jangan sampai nanti terjadi sesuatu yang fatal terhadap anak-anak kita yang sedang belajar. Ini menyangkut keselamatan manusia,” ujarnya.

Menurut Abdul Kasim, persoalan status lahan sekolah eks Caltex tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sejumlah sekolah yang membutuhkan kepastian status lahan tersebar di beberapa daerah, antara lain Dumai, Bengkalis, Pekanbaru dan wilayah lainnya.

Baca: Kontingen Jamnas XII Riau Resmi Dilepas, Ketua Kwarda Beri Motivasi kepada Peserta

Karena itu, ia meminta Pemprov Riau melakukan pendataan secara menyeluruh. Inventarisasi tersebut harus mencakup lokasi sekolah, kondisi bangunan, riwayat penguasaan tanah, dokumen aset, status konsesi, hingga kewenangan atas masing-masing lahan.

“Jangan hanya rapat, tetapi harus ada langkah konkret. Bentuk tim, kumpulkan dokumen, duduk bersama dengan BPN, SKK Migas, Pertamina Hulu Rokan dan pihak terkait lainnya. Setelah itu tentukan satu per satu bagaimana status tanah masing-masing sekolah,” tegasnya.

Dorong Solusi Bersama PHR dan SKK Migas

Abdul Kasim juga mendorong SKK Migas dan Pertamina Hulu Rokan mencari solusi yang memberikan kepastian bagi keberlangsungan pendidikan di Riau.

Ia mengatakan, penyelesaian tidak harus selalu melalui satu mekanisme. Yang terpenting, terdapat jalan keluar yang memiliki dasar hukum jelas sehingga pemerintah dapat melakukan pembangunan tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kita berharap ada kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia pendidikan. Kalau secara hukum memungkinkan untuk diserahkan kepada pemerintah daerah, tentu itu sangat baik. Tetapi kalau ada mekanisme lain, mari kita cari solusi yang tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” jelasnya.

Baca: PT Musim Mas Salurkan 480 Paket Bantuan Pendidikan, Dapat Apresiasi dari Disdik Pelalawan

Ia menegaskan, kepastian status tanah sangat penting bagi pemerintah daerah. Sebab, pembangunan maupun rehabilitasi sekolah menggunakan anggaran negara dan daerah harus memiliki dasar hukum serta administrasi aset yang jelas.

“Jangan sampai pemerintah daerah ingin memperbaiki sekolah tetapi terbentur status tanah. Sementara bangunannya sudah rusak dan anak-anak setiap hari belajar di sana. Ini harus segera kita selesaikan,” katanya.

Abdul Kasim berharap Gubernur Riau bersama jajaran Pemprov Riau segera membentuk tim terpadu dengan target kerja dan batas waktu yang jelas. Tim tersebut dinilai perlu melibatkan seluruh instansi yang memiliki kewenangan agar penyelesaian tidak berhenti pada rapat koordinasi.

“Ini bukan persoalan aset semata. Ini persoalan pendidikan dan keselamatan anak-anak Riau. Dari Dumai, Bengkalis, Pekanbaru dan daerah lainnya, sekolah-sekolah tersebut membutuhkan kepastian agar dapat direnovasi dan direvitalisasi. Jangan sampai kita terlambat bertindak,” pungkas H. Abdul Kasim.

Terkait
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
LKP MentariMU Pekanbaru Diresmikan, Buka Program Kejar
STIE Bangkinang Gelar Tes Masuk Camaba Gelombang I TA 2
Pasca Kejadian Pembacokan, FORMA KIP-K Ajak Mahasiswa J
Lainnya
Pj. Bupati Kampar Tegas, THL tak Masuk 7 Hari Berturut-Turut Bakal Diberhentikan
Pj. Bupati Kampar Tegas, THL tak Masuk 7 Hari Berturut-Turut Bakal Diberhentikan
Karang Taruna Riau Siap Bangkitkan Semangat dan Bentuk
DPW PKS Optimis 7 Kader Terbaik PKS Menang Pilkada Riau
Khawatir Dibongkar, Islamic Center Bekasi Tolak Pembang
Pendidikan
Abdul Kasim Desak Pemprov Riau Tuntaskan Status Lahan Sekolah Eks Caltex
Abdul Kasim Desak Pemprov Riau Tuntaskan Status Lahan Sekolah Eks Caltex
Peserta Jamnas XII Ikuti Wisata Edukasi Sejarah dan Bud
Camat Acil Esyno Lepas Ribuan Peserta Pawai, Bukit Batu
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
Antrean BBM Belum Ada Solusi, Fraksi PKS DPRD Riau Minta Pemprov Bertindak
PKS Riau Launching “Riau Muda Bicara”, Wadah dan Ru
Amal Fathullah Minta Komisioner KI dan KPID Riau Perkua
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket