Tokoh Pers Kepri Dirikan Rumah Tahfizh, UAS: Mudah-mudahan Lahir Generasi Emas Hapal Qur'an

Mawardi Tombang
Jumat, 16 September 2022 11:05:41
UAS dan Ramon Damora saat menandatangani prasasti pendirian Rumah Tahfizh Nurul Istighfar

KANALSUMATERA.com - Batam - Tokoh Pers Kepulauan Riau asal Kampar Riau, Ramon Damora, mendirikan sebuah Rumah Tahfizh. Ustadz Abdul Somad atau UAS meresmikan secara langsung Rumah Tahfidz yang diberi nama Nurul Istighfar itu. Peresmian digelar pada Kamis (15/9/2022) siang. UAS memuji langkah Ramon Damora ini.


Rumah Tahfizh Nurul Istighfar beralamatkan di Kompleks Ruko Townhouse Central Laguna Hills, Blok A2-01, Tembesi, Batam, Kepulauan Riau. Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan doa yang dipimpin UAS. UAS berharap Rumah Tahfidz Nurul Istighfar dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Alhamdulillah dengan adanya rumah tahfidz ini bisa menjadi tempat berkumpul, mengaji dan tempat menimba pahala,” potongan doa UAS, yang diamini ratusan undangan yang hadir.

Diawal sambutannya UAS memuji pendiri Rumah Tahfidz Nurul Istighfar Ramon Damora, yang menurut UAS merupakan sahabatnya sejak kuliah di Pekanbaru, Riau. Ramon kata UAS telah mengambil langkah yang tepat dengan mendirikan rumah tahfidz di tengah-tengah kesibukan bekerja sehari-hari.

Menurut UAS, mencari nafkah di dunia tetap harus dijalankan, namun tidak melupakan menyisihkan sebagian rezeki untuk tabungan di akhirat, salah satunya dengan mendirikan rumah tahfidz.

Baca: Semarak HUT Kemerdekaan RI, UPTD SDN 014 Batu Belah Gelar Pawai Bertema Pahlawan

Untuk mendirikan rumah tahfidz lanjut UAS bukanlah perkara yang mudah. Selain butuh modal juga perlu niat dan keikhlasan yang besar.

"Selama ini saya ceramah, jangan mati sebelum buat rumah qur'an, silahkan cari duit banyak-banyak, pergi pagi pulang petang, hasilnya buat rumah qur'an. Tapi beda dengan Ustadz Ramon, beliau langsung action, beliau tak mau ngomong saja, semua harus jadi," puji UAS saat peresmian tersebut.

UAS melihat Rumah Tahfidz Nurul Istighfar memiliki tempat yang sangat strategis. Berada di sebuah kompleks ruko dan berada paling depan sehingga bisa langsung dilihat orang banyak. UAS pun berharap Rumah Tahfidz Nurul Istighfar ke depannya terus berkembang, tak hanya dari segi tempat tapi juga level pendidikan. Dia pun akan memberikan dukungan penuh ke depan.

"Jika hari ini saya meresmikan rumah tahfidz ini, besok InsyaAllah berkembang, ada formal dan informalnya. Formalnya ada TK, SD, SMA, dan selanjutnya. Karena perkembangan zaman, formal ini sangat dibutuhkan anak-anak kita, jadi harus dibikin payung hukumnya, berupa yayasan. Besok kalau ada peresmian lagi saya akan datang, InsyaAllah," kata UAS memberikan semangat pada pengurus. "Jadi ini benar-benar harus dikelola dengan baik," pesannya.

Dikatakan UAS, untuk menjadi Hafizh dan Hafizhah memang harus dididik dari anak-anak. Apalagi dimulai dari usia emas. Karena di usia emas anak-anak cepat menangkap apapun dengan hanya melalui pendengaran. Sehingga jangan heran saat ini banyak anak-anak di bawah lima tahun sudah banyak yang hafal juz amma, meski belum bisa baca Alqur'an.

Baca: Guru Masa Kini: Pahlawan Bangsa di Garis Depan Transformasi Zaman

“Mudah-mudahan dari Rumah Tahfizh Nurul Istighfar ini ini lahir generasi-generasi emas yang hapal Alqur'an,” kata UAS.

Sementara, Pendiri Rumah Tahfidz Nurul Istighfar, Ramon Damora mengaku bersyukur telah berhasil mendirikan rumah tahfidz tersebut. Ia mengatakan munculnya ide dan niat mendirikan rumah tahfidz tersebut dari melihat kedua putranya yang saat ini lagi mondok di Pondok Tahfidz Darul Mulia, Bogor, Jawa Barat. Dia dan istrinya juga harus memiliki semangat yang sama dengan kedua anak mereka yang telah mengorbankan waktu untuk belajar dalam menghapal qur'an.

"Kalau anak-anak mengorbankan waktu, kita harus berkorban yang lain. Kalau untuk menghapal Qur'an sudah tak mungkin, umur sudah tua, jadi kita bersepakat korbankan pikiran dan energi kita untuk membuat rumah tahfidz ini," kata Ramon.

Dengan niat tersebut dia pun mengajak sahabat-sahabat lainnya: Ustadz Hendri Anak Rahman, Rizal Saputra, Novianto, dan lainnya untuk berjuang bersama-sama sehingga terwujudlah impian mereka itu.

"Setelah itu kami meminta restu UAS dan beliau sendiri yang kemudian memberikan nama, Nurul Istighfar, yang artinya Cahaya Pengampunan," ungkap Ramon.

Baca: Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi, Wamen Diktisaintek Tekankan Kampus Harus Berdampak

Seperti yang dipesankan UAS kata Ramon, mudah-mudahan rumah tahfidz ini terus berkembang ke depan.

"Kalau ada niat, ada tekad, serahkan hati kita, fokus dan biarkan kasih sayang Allah yang bekerja. Satu setengah tahun yang lalu (niat), alhamdulillah jalannya dimudahkan Allah SWT. Mulai dari tempat, pengurusan, hingga hari ini diresmikan, alhamdulillah," kata Ramon.(*)

Terkait
Bus Sekolah Gratis Resmi Beroperasi, DPRD Dorong Pemko Pekanbaru Perluas Jangkauan Rute
Bus Sekolah Gratis Resmi Beroperasi, DPRD Dorong Pemko Pekanbaru Perluas Jangkauan Rute
Ketua PGRI Kampar Dorong Penguatan Mutu Pendidikan di K
Bimtek Digital Marketing Wonderful Indonesia di Meranti
Witama Cup ke-8 Resmi Digelar: Ajang Kreativitas Siswa
Lainnya
Warga Senang, Markarius Laksanakan Sunatan Massal Gratis di Sungai Apit
Warga Senang, Markarius Laksanakan Sunatan Massal Gratis di Sungai Apit
Tinjau Pelayanan, Pihak Imigrasi Sumbar Kunjungi Pasama
Ribuan Ubur-ubur Terdampar Di Pantai Sungai Pinang Sumb
Berlaga di Piala AFF 2018, Ini Jadwal Siaran Langsung T
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Nasional
Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing
Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing
Polda Riau Turunkan Tim Medis dan Trauma Healing untuk
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Riau Jadi Wilayah
Ekonomi
Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar
Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar
Karmila Sari Dorong UMKM Pekanbaru Inovatif dan Manfaat
BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Lewat K
Daerah
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Kebijakan Ekspor
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Kebijakan Ekspor
KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami
Mobil Pajak Keliling Hadir di Kelurahan Sialangmunggu P
Hukum
UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan
UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan
Kasus Rektor Unsoed Jadi Sorotan, Komisi X DPR Dorong E
Polda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Ta