Ini Kisah Klaveren, Setelah Ingin Bikin Buku Anti-Islam Akhirnya Mualaf

Amar
Selasa, 5 Februari 2019 13:55:54
Joram van Klaveren.

KANALSUMATERA.com - Dinamika perjalanan kehidupan manusia siapa yang tahu. Hidup-mati, perubahan pikiran, takdir, berjalan secara misterius dan tiba-tiba, tidak disangka akan terjadi, dan dari mana datangnya.

Itulah yang terjadi pada Joram van Klaveren, bekas politisi anti-Islam nomor wahid Belanda yang kini justru menjadi mualaf. Klaveren adalah salah satu bekas petinggi Partij voor de Vrijheid/PVV (Partai Kebebasan) pimpinan Geert Wilders. Nama Wilders di Negeri Kincir Angin identik dengan kebencian terhadap Islam.

Pada 2008, Wilders membuat film "Fitna" yang memuat kisah bohong soal Islam, memicu protes di seluruh dunia. Klaveren sendiri telah tujuh tahun bergabung di PVV, bersama dengan Wilders mendengungkan sikap anti-Islam. Dari mulut Klaveren pernah keluar kalimat "Islam adalah kebohongan", "Muhammad adalah penjahat", atau "Al-Quran adalah racun".

Dia memang keluar dari PVV sejak 2014, tapi kebencian terhadap Islam ketika itu masih memenuhi dadanya. Tapi kini berbeda, yang keluar dari mulut Klaveren adalah kalimah syahadat, pria 39 tahun itu memeluk Islam.

Baca: Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh pada 24 Agustus

Dan dadanya dipenuhi kecintaan terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallalahu alaihi wasallam. ?
Mengutip wawancara Klaveren dengan media Belanda NRC, Senin (4/1), pria plontos ini ternyata telah masuk Islam sejak 26 Oktober 2018 dibimbing oleh imam Muhamed Aarab. Buku Anti Islam Pria lulusan Studi Agama di Vrije Universiteit, Amsterdam, ini mengatakan perjalanannya masuk Islam dimulai pada 2017 ketika dia tidak lagi terpilih anggota dewan. Ketika itu, Klaveren punya banyak waktu lowong selain menjadi peneliti di Adam Smith Institute atau mengajar sebagai dosen. Akhirnya, dia berencana menulis buku soal keburukan Islam. Niat awalnya, dia akan menuliskan soal kesengsaraan yang ditimbulkan oleh Islam, kekerasan, kebencian terhadap Yahudi, penindasan perempuan, hingga homofobia. Namun setelah risetnya sudah setengah jalan, yang ditemukannya justru sebaliknya.

Dia menemukan bahwa Islam cinta damai, jauh dari yang selama ini dikampanyekannya. Buku yang seharusnya soal keburukan Islam, malah jadi buku perjalanan hidupnya menemukan Islam, berjudul: Afvallige. Van christendom naar islam in tijden van secularisatie en terreur (Pantangan: Dari Kristen menuju Islam di tengah sekularisasi dan teror).

Kepada NRC, Klaveren mengatakan momen saat dia menemukan bahwa Islam bukan seperti yang dia kira adalah momen yang tidak membahagiakannya. Apa sebab? Karena selama ini dia salah dan menjadi malu. Melalui bukunya, dia berharap bisa menebus kesalahannya itu.

"Beberapa tahun sebelumnya saya melakukan penolakan yang besar terhadap Islam, dan itu tidak menyenangkan. Tapi sebagai pencari Tuhan, saya selalu resah, dan keresahan itu sekarang perlahan menghilang," kata Klaveren.

Baca: Peserta Jamnas XII Ikuti Wisata Edukasi Sejarah dan Budaya di Jakarta

Dia mengatakan, kebencian terhadap Islam dan berbagai narasi negatif terhadap Nabi Muhammad dimulai pada abad pertengahan di Eropa dan berlanjut hingga sekarang.

"Saya menemukan kebanyakan cerita negatif berasal dari abad pertengahan Eropa. Kristen melihat Islam sebagai agama saingan dan melakukan segala hal untuk menjelekkannya," kata dia. "Sebenarnya, rintangan terbesar saya adalah Muhammad. Saya dulu meyakini dia figur yang jahat, pria yang haus akan uang. Ternyata banyak kebohongan yang disampaikan soal pria ini (Muhammad)," lanjut dia lagi.

Dalam bukunya, Klaveren mengutip perkataan sejarawan abad 19 Thomas Carlyle soal Muhammad: "Kebohongan yang disampaikan orang terhadap Muhammad, hanya akan membuat kita malu."

Istrinya legowo Klaveren masuk Islam, namun ibunya merasa tidak suka dengan perubahan agama putranya. Klaveren mengatakan tidak akan memaksakan keyakinannya ini kepada anak-anaknya, biarlah mereka yang menjalani pengalaman spiritualnya sendiri, kata dia.

Baca: Latihan  Tingkat II Kwarran Bukit Raya Resmi Dibuka, Generasi Tangguh Siap Berbakti

Masuk Islam, Klaveren mengatakan tidak akan mengubah namanya jadi lebih Islami. Namun perlahan-lahan dia mulai menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim. Dia mulai belajar solat, menghindari alkohol, dan makanan haram lainnya.

"Saya hanya tahu dua surat, Al Fatiha dan Al Ikhlas, yang paling pendek. Saya membeli buku kecil berjudul 'Saya Belajar Quran', buku ini sebenarnya untuk anak kecil hingga 10 tahun, buku berwarna pink," kata dia.

sumber: kumparan.com



Terkait
Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi, Wamen Diktisaintek Tekankan Kampus Harus Berdampak
Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi, Wamen Diktisaintek Tekankan Kampus Harus Berdampak
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Ak
STIE Bangkinang Gelar Tes Masuk Camaba Gelombang I TA 2
Pasca Kejadian Pembacokan, FORMA KIP-K Ajak Mahasiswa J
Lainnya
Bantah Ada Tembak Menembak di Tol, FPI: Kami Tak Punya Senjata Api
Bantah Ada Tembak Menembak di Tol, FPI: Kami Tak Punya Senjata Api
Kecam Tindakan Represif, BEM Nusantara: Papua Bagian da
Lepar Pongok Babel Kembangkan Tujuh Destinasi Wisata
Saidul Tombang: Pemkab Kampar dan Pemprov Riau  Sikapi
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat