Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan IPK 3,94
KANALSUMATERA.com - KEDIRI – Kisah inspiratif datang dari Auria Nur Laila, lulusan Program Studi Peternakan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri. Di tengah kesibukannya merawat kambing dan menjalankan usaha mandiri, Auria berhasil menyelesaikan kuliah dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Selasa (13/10/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan akademik dan usaha produktif dapat dijalankan secara bersamaan melalui pengelolaan waktu dan keuangan yang baik.
Rutinitas Auria dimulai sejak pagi hari. Setelah menunaikan salat Subuh, ia mengurus ternaknya hingga sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah pekerjaan di kandang selesai, ia bersiap menuju kampus dengan waktu perjalanan sekitar 30 menit.
Baca: Sekolah Lansia BKMT Kampar Ajarkan Pemanfaatan Lingkungan untuk Lansia Mandiri
"Setelah subuh saya mengurus ternak di kandang sampai sekitar jam tujuh pagi, setelah itu baru berangkat kuliah. Perjalanan dari rumah ke kampus memakan waktu sekitar 30 menit," kata Auria, dikutip dari keterangan Universitas Brawijaya, Senin (12/10/2026).
Merintis Usaha dari Tabungan
Usaha peternakan kambing yang dijalankan Auria bermula dari keinginannya memanfaatkan waktu luang sekaligus belajar mandiri. Ia mengumpulkan sisa uang saku untuk dijadikan modal awal memelihara kambing dalam skala kecil.
Baca: UPT SDN 012 Rantau Kasih Direvitalisasi, Siswa Tak Lagi Tempuh 30 Km
"Saya nekat belajar memelihara kambing menggunakan tabungan yang ada. Niat awalnya memanfaatkan waktu luang dan belajar mandiri. Ternyata usaha ini berlanjut," ungkapnya.
Di tengah kegiatan beternak, Auria tetap menjalankan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Ia mengikuti perkuliahan, menyelesaikan laporan akademik, menjadi asisten praktikum, serta mempersiapkan materi untuk mengikuti kompetisi.
Kedisiplinan tersebut turut mendukung pencapaian akademiknya hingga berhasil lulus dengan IPK 3,94.
Baca: Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanjang hingga 22 September
Mengandalkan KIP Kuliah untuk Kebutuhan Pendidikan, Auria merupakan penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Bantuan tersebut menjadi salah satu penopang selama menempuh pendidikan tinggi sekaligus mendorongnya untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran.
Orang tuanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya makan dan sebagian ongkos transportasi.
Baca: Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
Sementara itu, uang saku KIP Kuliah digunakan Auria untuk membiayai berbagai kebutuhan akademik dan penunjang perkuliahan.
"Kebutuhan sehari-hari seperti makan dan separuh biaya transportasi ditanggung orang tua. Sementara kebutuhan akademis-seperti alat tulis, operasional praktikum, penelitian, pencetakan dokumen, buku kuliah, uang saku KKN dan PKL, hingga perawatan sepeda motor-saya penuhi dari uang saku KIP Kuliah," terang perempuan yang baru diwisuda pada Minggu (11/10/2026) tersebut.
Baca: Lintas Angkatan Bersatu, Reuni IKA SMPN 10/09 Harapan Raya Hadirkan Nostalgia hingga Aksi Sosial
Kemampuan mengatur keuangan menjadi bagian penting dalam perjalanan Auria. Selain berusaha memenuhi kebutuhan kuliah, ia juga menyisihkan dana yang tersedia untuk membangun usaha peternakan secara bertahap.
Bercita-cita Menjadi Tenaga Profesional Peternakan
Pilihan Auria menempuh pendidikan di bidang peternakan didasarkan pada ketertarikannya terhadap pengelolaan dan kesehatan hewan. Ia juga melihat bidang tersebut memiliki peluang pengembangan yang menjanjikan di lingkungan tempat tinggalnya.
Baca: Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SMPN 3 Siak Kecil Gelar Lomba Keagamaan
Selama kuliah, Auria tertarik mempelajari berbagai jenis ternak, mulai dari ruminansia hingga non-ruminansia. Pengetahuan mengenai manajemen pemeliharaan hewan diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan karier setelah lulus.
"Saya tertarik mempelajari hewan ternak secara komprehensif, mulai dari ruminansia, non-ruminansia, hingga aneka ternak.
Selain itu, program studi ini memberikan bekal manajemen pemeliharaan yang utuh untuk prospek karier yang luas," jelasnya.
Baca: Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Ke depan, Auria bercita-cita menjadi mantri ternak atau inseminator. Ia ingin mengembangkan kemampuan di bidang kesehatan dan reproduksi hewan sekaligus memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama kuliah.
Berencana Mengembangkan Usaha Peternakan
Meski telah berhasil merintis usaha kambing, Auria masih menghadapi tantangan untuk memperbesar skala peternakannya. Kenaikan harga pakan menjadi salah satu kendala yang membuat rencana pengembangan usaha belum dapat direalisasikan sepenuhnya.
Baca: Teddy Indra Wijaya: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Belajar di Sekolah Rakyat
Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan niatnya untuk terus berwirausaha. Auria juga mempertimbangkan pengembangan usaha ke komoditas lain, termasuk ayam petelur.
Perjalanan Auria Nur Laila memperlihatkan bagaimana pendidikan, kemandirian ekonomi, dan semangat berwirausaha dapat berjalan beriringan.
Baca: Kemensos Target Rekrutmen 8.300 Guru Sekolah Rakyat Tuntas September
Dengan memanfaatkan bantuan pendidikan secara bijak, mengatur waktu, serta memulai usaha dari skala kecil, ia mampu menuntaskan studi dengan IPK 3,94 sekaligus membangun pengalaman di bidang peternakan. (SM)
