Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
KANALSUMATERA.com - BANGKINANG – Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” dengan menekankan pentingnya peran santri dalam membangun karakter bangsa dan mempersiapkan masa depan Indonesia.
Apel tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kampar Dr. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd., Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Taridi, S.Hi., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para santri.
Dalam amanatnya, Misharti menegaskan bahwa santri memiliki posisi penting dalam menjaga nilai moral, memperkokoh persatuan, serta mendukung kemajuan pendidikan dan perekonomian masyarakat.
Baca: Hendry Munief Dukung Politeknik Teknologi Modern (PTM) Indonesia, Jawab Kebutuhan Industri Riau
"Santri adalah benteng akhlak bangsa. Dengan semangat keilmuan dan keikhlasan, santri mampu menguatkan negeri menuju cita-cita Indonesia Emas 2045," ujar Misharti.
Menurutnya, santri tidak hanya berperan dalam memperdalam ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, keikhlasan, dan cinta tanah air perlu terus ditanamkan agar santri mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Baca: Prabowo Bentuk Tim Khusus Pendidikan Gratis, Pratikno Pimpin Kajian Anggaran PTN
Peringatan Hari Santri Jadi Pengingat Sejarah Perjuangan Bangsa
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang mendorong umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kontribusi santri terhadap bangsa tidak terbatas pada pendidikan keagamaan. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini, santri turut mengambil bagian dalam menjaga persatuan, membangun karakter, dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Baca: Prabowo Siapkan Pendidikan Gratis SD hingga PTN, Anggaran Mulai Dikaji
Misharti juga mengajak para santri di Kabupaten Kampar untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan modern.
Ia menilai, penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan kemampuan memahami perkembangan zaman. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk tantangan moralitas dan ketahanan ekonomi.
Baca: PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
"Mari kita jadikan santri sebagai pionir perubahan, yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan modern. Dengan begitu, Indonesia Emas bukan sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang bisa kita wujudkan bersama," tambahnya.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Kampar diharapkan menjadi dorongan bagi kalangan pesantren dan generasi muda untuk memperkuat komitmen dalam pendidikan, menjaga nilai kebangsaan, serta mengambil peran aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(SM)
