80 Sekolah di Rohil Terima Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Pengawasan dan Bantah Dugaan Pungutan
KANALSUMATERA.com - ROKAN HILIR – Sekitar 80 satuan pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, menerima bantuan melalui Program Revitalisasi Sekolah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari jenjang PAUD, sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Selasa (27/10/2026).
Dalam pelaksanaan program tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rohil menegaskan bahwa kewenangannya terbatas pada fungsi pengawasan dan pemantauan. Pengelolaan serta pencairan dana bantuan dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah pusat, dengan sekolah penerima sebagai pelaksana kegiatan.
Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Rohil, Riwansyah, S.STP., saat menggelar rapat koordinasi bersama kepala sekolah dari 18 kecamatan di Aula Disdikbud Rohil, kawasan Batu Enam, Bagansiapiapi.
Baca: Bengkel Da’i Perdana di Pekanbaru Resmi Dibuka, Ittihadul Muballighin Perkuat Kompetensi Pendakwah
Pertemuan tersebut membahas mekanisme pelaksanaan revitalisasi sekaligus memperjelas pembagian tanggung jawab antara dinas pendidikan dan satuan pendidikan penerima bantuan.
Menurut Riwansyah, Program Revitalisasi Sekolah merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang bertujuan memperbaiki fasilitas pendidikan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih baik.
Baca: Wabup Misharti Edukasi Pelajar SMP V Tambang tentang Bahaya Narkoba
Ia menjelaskan, dana bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah penerima. Adapun pengelolaan dana dan pelaksanaan pekerjaan menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah sesuai ketentuan program.
“Perlu diketahui, program revitalisasi ini langsung dari pemerintah pusat dan disalurkan kepada pihak sekolah. Sekolah menjadi pelaksana sekaligus penanggung jawab kegiatan.
Dinas Pendidikan tidak terlibat dalam pengelolaan maupun pencairan dana tersebut,” tegas Riwansyah.
Baca: UB Perkuat Pendidikan Tinggi Timor-Leste, Gandeng Dua Kementerian
Disdikbud Rohil Bantah Dugaan Permintaan Jatah
Selain menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan, Riwansyah turut menanggapi informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan permintaan jatah maupun pungutan oleh pihak dinas dalam pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah.
Baca: Di Hadapan 700 Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ungkap 3 Kapasitas Penting agar Sukses
Ia membantah dugaan tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Riwansyah menilai, pemahaman yang benar mengenai alur penyaluran dana dan pembagian kewenangan sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat berjalan sesuai aturan serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dalam rapat koordinasi itu, sejumlah kepala sekolah penerima bantuan juga menyampaikan pengalaman mereka terkait penyaluran dana dan perkembangan pekerjaan revitalisasi di sekolah masing-masing.
Baca: SMPN 6 Siak Kecil Gelar Bimtek SPMI, Lima Sekolah Penerima BOSP Kinerja Turut Terlibat
Kepala TK Attabi’in menyampaikan bahwa dana bantuan diterima langsung oleh pihak sekolah secara utuh. Ia juga mengungkapkan bahwa progres pekerjaan fisik di sekolahnya telah mencapai sekitar 95 persen.
Berdasarkan pengalamannya, tidak terdapat pungutan dari Disdikbud Rohil selama pelaksanaan program tersebut.
Baca: Anggaran Pendidikan 2027 Naik, Hidayat Dorong Madrasah Dapat Porsi Adil
Hal senada disampaikan Saringah, Kepala SDN 016 Serusa, Kecamatan Sinaboi. Ia mengapresiasi arahan dan pendampingan Disdikbud Rohil serta menyebut penyaluran dana berlangsung secara transparan tanpa pungutan dari pihak kabupaten.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Kubu Babussalam turut membantah adanya pungutan sebagaimana isu yang beredar di media sosial. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan dana dan pelaksanaan pekerjaan dilakukan langsung oleh pihak sekolah.
Keterangan para kepala sekolah tersebut disampaikan dalam forum koordinasi sebagai bagian dari penjelasan mengenai pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Rokan Hilir.
Baca: Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Revitalisasi Diharapkan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Riwansyah mengapresiasi pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah yang memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan di Rohil untuk memperbaiki kondisi fasilitas belajar.
Baca: Lintas Angkatan Bersatu, Reuni IKA SMPN 10/09 Harapan Raya Hadirkan Nostalgia hingga Aksi Sosial
Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan bagi peserta didik.
Disdikbud Rohil, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan dan pemantauan sesuai kewenangannya. Sementara itu, sekolah penerima bantuan bertanggung jawab atas pengelolaan dana dan pelaksanaan kegiatan berdasarkan mekanisme yang berlaku.
Melalui koordinasi yang baik antara dinas dan pihak sekolah, program revitalisasi diharapkan terlaksana secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Baca: LT-II Kwarran Binawidya 2026 Resmi Dibuka, 80 Pramuka Penggalang Siap Bersaing
Dengan adanya perbaikan fasilitas pendidikan tersebut, manfaat program diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh sekolah, tenaga pendidik, serta peserta didik di Kabupaten Rokan Hilir. (SM)
