Karmila Sari Dorong Guru, Dosen dan Mahasiswa Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M., mendorong peningkatan budaya menulis dan penelitian ilmiah di kalangan guru, dosen, serta mahasiswa. Ia berharap karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumen akademis, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan.
Dorongan tersebut disampaikan Karmila Sari saat menghadiri babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tahun 2026 kategori guru, mahasiswa, dan dosen di Auditorium Gedung Sekretariat Universitas Islam Riau (UIR), Pekanbaru, Sabtu (31/10/2026).
Lomba yang diinisiasi oleh Karmila Sari ini mengusung tema Optimalisasi Kebijakan dalam Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas dan Berkeadilan.
Baca: Pemkot Pekanbaru Bebaskan 59 Ijazah Siswa, Tahap 2 Segera Berjalan
Dalam sambutannya, politisi Fraksi Golkar tersebut menegaskan bahwa LKTI bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi tenaga pendidik dan kalangan akademisi untuk menyampaikan hasil penelitian, mengembangkan pemikiran kritis, serta menawarkan solusi atas tantangan dunia pendidikan.
Menurut Karmila, penelitian dan publikasi ilmiah perlu lebih diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat dan kondisi pendidikan di lapangan. Dengan demikian, hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Baca: UPT SDN 014 Batu Belah Gelar Bimtek SPMI, Perkuat Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan
"Kita berharap jurnal-jurnal dan penelitian yang dihasilkan semakin banyak serta sesuai dengan kebutuhan. Sebab, kita membutuhkan penelitian yang bisa menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada," kata Dr Karmila Sari.
Ia mengungkapkan, masih terdapat sejumlah persoalan pendidikan yang membutuhkan perhatian serius, di antaranya kebijakan relokasi, keterbatasan biaya operasional sekolah, peningkatan mutu satuan pendidikan, hingga pemerataan fasilitas belajar, terutama bagi peserta didik di wilayah pinggiran.
Karmila juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, kepala sekolah, dan pimpinan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Baca: Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan IPK 3,94
Menurutnya, komunikasi yang baik antara sekolah menengah dengan perguruan tinggi dapat membantu siswa SMA dan SMK memperoleh informasi mengenai pilihan program studi, peluang melanjutkan pendidikan, serta persiapan memasuki jenjang perguruan tinggi.
"Kegiatan ini, kita ingin mendekatkan para kepala sekolah dengan rektor dan direktur perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Dengan begitu, berbagai persoalan yang dihadapi siswa SMA dan SMK terkait pilihan jurusan dan perguruan tinggi bisa lebih mudah dicarikan solusinya," jelasya.
Baca: Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Selain memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan, Karmila menilai perluasan akses pendidikan tinggi juga menjadi hal penting. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan sarjana harus terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi tertentu.
Ia berharap adanya dukungan dan kemudahan akses pendidikan dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi mereka.
Sebagai Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Karmila Sari menyatakan akan terus mendorong perhatian dan dukungan terhadap perguruan tinggi melalui aspirasi yang dimilikinya.
Baca: Di Hadapan 700 Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ungkap 3 Kapasitas Penting agar Sukses
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari gelar akademis yang diperoleh. Lebih penting, pendidikan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang mandiri, berpikir kritis, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
"Tujuan pendidikan bukan hanya mendapatkan gelar, tetapi bagaimana mempersiapkan generasi yang berkualitas, mandiri secara finansial maupun dalam berpikir, sehingga mampu berbuat dan memberikan dampak bagi masyarakat," ungkapnya.
Baca: SMPN 6 Siak Kecil Gelar Bimtek SPMI, Lima Sekolah Penerima BOSP Kinerja Turut Terlibat
Lebih lanjut, Karmila mengajak guru dan kepala sekolah, khususnya pada jenjang SMA dan SMK, untuk semakin produktif menghasilkan karya tulis ilmiah.
Ia menilai kegiatan menulis merupakan sarana penting untuk mendokumentasikan pemikiran, mengembangkan gagasan, sekaligus menunjukkan kemampuan seseorang dalam memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan di masyarakat.
"Tulisan, kita memiliki bukti bahwa kita mampu memberikan gagasan dan solusi. Karya tersebut juga menjadi rekam jejak yang menunjukkan kualitas serta kontribusi seseorang, tidak hanya di Riau, tetapi juga di tingkat nasional," tuturnya.
Baca: Prabowo Siapkan Pendidikan Gratis SD hingga PTN, Anggaran Mulai Dikaji
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Riau, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., mengapresiasi inisiatif Karmila Sari dalam menyelenggarakan LKTI 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi guru, mahasiswa, dan dosen untuk mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus memperluas kontribusi melalui karya ilmiah.
Admiral menegaskan bahwa karya tulis ilmiah tidak seharusnya hanya berorientasi pada kebutuhan perlombaan maupun persyaratan akademis. Karya tersebut harus memiliki nilai manfaat dan mampu memberikan sumbangan pemikiran dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Baca: Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Ia mengingatkan bahwa usia seseorang mungkin terbatas, tetapi gagasan dan karya yang ditinggalkan dapat terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
"Kita menghasilkan orangnya boleh saja sudah berpulang, tetapi karya yang ditinggalkan akan hidup sepanjang zaman. Oleh karena itu, kami ingin menitipkan pesan kepada bapak dan ibu dosen, guru, serta mahasiswa agar karya tulis ilmiah bukan hanya sekadar diperlombakan, tetapi juga dapat berkontribusi secara aktif untuk menyelesaikan berbagai persoalan, terutama demi kemaslahatan umat dan bangsa," ujar Rektor UIR.
Rektor UIR juga mengapresiasi upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah melalui kegiatan tersebut. Sinergi ini dinilai penting untuk memperkuat budaya literasi, meningkatkan produktivitas penelitian, serta membuka ruang pertukaran gagasan di lingkungan pendidikan.
Baca: Bus Sekolah Gratis Resmi Beroperasi, DPRD Dorong Pemko Pekanbaru Perluas Jangkauan Rute
Ia berharap LKTI 2026 tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan, melainkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan ini, berbagai gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam mendorong kebijakan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat peran guru, dosen, dan mahasiswa dalam pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Riau. (SM)
